Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Jangan Dipercaya, 5 Mitos Tentang Pembentukan Otot Ini Ternyata Keliru

unsplash.com/@dncerullo
unsplash.com/@dncerullo

Dunia kebugaran dipenuhi dengan mitos-mitos yang tersebar luas di lingkungan masyarakat. Dari nutrisi hingga teknik olahraga, orang-orang terus percaya pada strategi yang hanya mitos dan tidak memiliki dukungan ilmiah. Oleh karena itu, kita diminta untuk sering-sering membaca untuk mengetahui kebenaran di balik beberapa mitos kebugaran yang umum.

Berikut ini beberapa mitos pembentukan otot yang ternyata keliru dan salah besar. Apa saja? Yuk, simak ulasannya di bawah ini!

1. Mitos: tidak dapat membangun otot dengan sayuran

unsplash.com/@arobj
unsplash.com/@arobj

Fakta: Sayuran terisi dengan karbohidrat, mineral, dan vitamin yang lambat dicerna yang membangun otot.

Sebuah mitos yang tesebar luas di antara orang-orang yang ingin membentuk otot adalah bahwa mereka harus menjadi non-vegetarian. Kebanyakan orang percaya bahwa vegetarian tidak dapat membangun otot, tetapi hal tersebut sama sekali tidak benar. Menurut para ahli kebugaran, adalah mitos bahwa otot-otot tubuh merespons lebih baik terhadap protein berbasis hewani.

Protein nabati memiliki efek yang sama. Protein terdiri dari asam amino. Protein nabati memiliki sebagian besar asam amino ini tetapi mungkin kekurangan satu atau dua sumber protein tunggal. Untuk mendapatkan semua asam amino saat menjalani diet vegan, seseorang perlu mendapatkan protein dari berbagai sumber (tanaman). Jika seseorang dapat mempertahankan kandungan protein yang dibutuhkan untuk berat badan mereka, pembentukan otot tidak menjadi masalah pada diet vegan.

2. Mitos: Latihan beban membuat wanita menjadi "jantan"

unsplash.com/@gmb
unsplash.com/@gmb

Fakta: Ini hanya terjadi ketika wanita mengonsumsi suplemen.

Banyak wanita takut untuk berlatih dengan beban karena mereka percaya bahwa itu akan mengubah sosok mereka menjadi “jantan” dan besar. Beberapa wanita di bagian kebugaran telah mengkonfirmasi bahwa hal tersebut tidak benar.

Seorang juru bicara untuk American Council on Exercise, Jacque Crockford, mengatakan, "Mengangkat beban berat adalah cara yang bagus untuk mendapatkan bentuk tubuh yang diinginkan."

Mengangkat beban saja tidak akan membuat wanita terlihat seperti binaragawan. Itu hanya akan terjadi jika mereka mengonsumsi steroid anabolik dalam jumlah besar.

3. Mitos: Penting untuk mengonsumsi protein dalam jumlah tinggi segera setelah latihan untuk perbaikan otot

unsplash.com/@dncerullo
unsplash.com/@dncerullo

Fakta: Untuk rata-rata pengunjung gym, mempertahankan diet seimbang dalam makanan mereka sudah cukup untuk meningkatkan perbaikan otot.

Keyakinan bahwa pasca-latihan perlu mengonsumsi protein adalah mitos. Kita sebenarnya dapat mengonsumsi protein setiap saat sepanjang hari terlepas dari kapan kita berolahraga.

Sebuah studi baru-baru ini dari Jurnal International Society of Sports Nutrition menegaskan bahwa tidak ada peningkatan yang signifikan dalam massa otot jika protein diambil hanya setelah latihan. Pertambahan massa otot sama untuk orang yang mengonsumsi protein setelah berolahraga seperti halnya bagi mereka yang mengonsumsi protein sepanjang hari.

4. Mitos: Makan lemak membuat gemuk

unsplash.com/@prastikaher
unsplash.com/@prastikaher

Fakta: Lemak bukan musuh, kalori tambahan yang kita konsumsi adalah musuh nyata.

Jika kamu sedang menurunkan berat badan dan menambah massa otot, maka berpantang makan lemak bukanlah cara yang benar. Ada beberapa lemak yang sebenarnya baik untuk menurunkan berat badan yang membuat orang merasa kenyang dan menghilangkan rasa lapar yang sering.

Cara terbaik untuk mengonsumsi lemak baik adalah memasangkannya dengan sumber protein tanpa lemak. Penelitian telah menunjukkan bahwa mengonsumsi jumlah lemak sedang dalam diet lebih bermanfaat untuk penurunan berat badan dibandingkan dengan diet rendah atau tanpa lemak.

5. Mitos: bisa makan apa saja jika berolahraga setiap hari

unsplash.com/@inayali
unsplash.com/@inayali

Fakta: Diet yang tepat dan terkontrol adalah faktor utama dalam hal binaraga.

Beberapa orang berpendapat bahwa jika mereka berolahraga secara teratur, maka mereka dapat makan apa saja yang mereka suka. Kesalahpahaman ini berasal dari fakta bahwa jika kamu dapat membakar semua kalori yang dikonsumsi, maka kamu akan tetap bugar.

Tapi bukan itu masalahnya, latihan dan nutrisi berjalan beriringan. Jika ingin membentuk otot dan tetap ramping, maka diet seimbang dan bergizi adalah suatu keharusan. Bahan bakar yang tepat dalam bentuk makanan diperlukan agar tubuh dan otot pulih. Harus selalu ada jumlah protein, lemak, karbohidrat, dan serat yang tepat dalam makanan.

Itulah beberapa mitos tentang pembentukan otot yang patut diketahui karena ternyata keliru, guys. Kira-kira kamu sudah tahu belum?

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Topics
Editorial Team
Siti Anisah
EditorSiti Anisah
Follow Us

Latest in Health

See More

Mikroplastik Bisa Jadi 'Kendaraan' Penyebar Kuman Berbahaya

18 Des 2025, 11:15 WIBHealth
ular kucing

Coba artikel reviewed by

15 Des 2025, 13:13 WIBHealth
http://i1382.photobucket.com/albums/ah270/akhayaprisca/787671102_zps4y2yx23f.jpg

Artikel 42

16 Sep 2025, 10:54 WIBHealth
http://i1296.photobucket.com/albums/ag19/Melarissa_Benedicta/the blonde salad_fashionnewsmagazine_zpswlnkn5tx.jpg

Artikel 20

16 Sep 2025, 10:19 WIBHealth
DVkkskcl40.png

Artikel 5

16 Sep 2025, 10:11 WIBHealth
IMG20240724165502.jpg

tes timezone wita

25 Jul 2025, 15:00 WIBHealth
singa

artikel coba draft

25 Jul 2025, 11:47 WIBHealth
burung

Artikel agustus update

15 Jul 2025, 16:48 WIBHealth