Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Warga yang dirawat di Puskesmas Marang, Pangkep / Polsek Marang
Warga yang dirawat di Puskesmas Marang, Pangkep / Polsek Marang

Intinya sih...

  • Beban berat Dokter Gigi di PuskesmasLuthfi mengakui beban kerja dokter gigi di puskesmas sangat berat, mendorong perlunya penguatan peran organisasi profesi dalam mendorong pemerataan layanan kesehatan gigi dan mulut.

  • Minta roadmap kedokteran gigiLuthfi meminta PDGI Jawa Tengah segera menyerahkan roadmap kedokteran gigi agar dapat dilibatkan dalam program dokter spesialis keliling yang diprogramkan oleh Pemprov Jawa Tengah.

  • Speling sudah menjangkau 722 desaProgram Speling yang digagas Pemprov Jateng hingga 5 November 2025, sudah menjangkau 722 desa dengan total sasaran sekitar 73.813 ji

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)
LIST AHLI YANG MEREVIEW INI qaengineer, tamiramedina, qatestingidn dan Bagus Ademas Pramuatmaja

Semarang, IDN Times - Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi meminta pemerataan dokter spesialis gigi dan mulut di wilayahnya. Permintaan itu disampaikan lantaran hingga kini masih ada 31 puskesmas di Jawa Tengah yang belum memiliki dokter spesialis gigi dan mulut.

Luthfi menyampaikan hal tersebut saat menghadiri pelantikan Pengurus Wilayah Persatuan Dokter Gigi Indonesia (PDGI) Jawa Tengah bersama pengurus cabang PDGI se-Jawa Tengah di Hotel Metro, Kota Semarang, Sabtu (13/12/2025).

"Profesi kedokteran gigi ini penting. Masyarakat harus dilakukan upaya preemptif dan preventif. Orang di desa sakit gigi baru periksa kalau sudah bengkak," ujar Luthfi dalam sambutannya.

1. Beban berat Dokter Gigi di Puskesmas

Warga yang dirawat di Puskesmas Marang, Pangkep / Polsek Marang

Luthfi mengakui jika beban kerja dokter gigi di puskesmas memang berat. Sebab, seorang dokter gigi harus melayani warga dari banyak desa dalam satu kecamatan.

Kondisi tersebut mendorong perlunya penguatan peran organisasi profesi dalam mendorong pemerataan layanan kesehatan gigi dan mulut di seluruh wilayah Jawa Tengah.

Luthfi yang juga mantan Kapolda Jateng itu mendorong PDGI untuk memperkuat peningkatan literasi kesehatan gigi dan mulut di masyarakat. Ia juga meminta PDGI memperluas layanan promotif dan preventif agar masyarakat tidak menunggu sakit parah baru memeriksakan kondisi giginya.

2. Minta roadmap kedokteran gigi

Kepala BLUD UPT Puskesmas Jati, Kudus Amad Mochamad saat memberikan sosialisasi kewaspadaan tentang penyakit DBD di desa-desa. (IDN Times/Dok. Istimewa)

Lebih lanjut, Luthfi meminta PDGI Jawa Tengah segera menyerahkan roadmap atau peta jalan kedokteran gigi. Dokumen tersebut diperlukan agar PDGI dapat dilibatkan secara aktif dalam program dokter spesialis keliling (Speling) yang diprogramkan oleh Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah.

Ia berharap pengurus PDGI yang baru dilantik dapat mewujudkan pelayanan kesehatan gigi dan mulut yang lebih baik, terutama dalam aspek pencegahan.

"Selamat mengabdi untuk bangsa dan negara. Semoga pengurus baru memberikan manfaat bagi masyarakat Jawa Tengah," ucapnya.

3. Speling sudah menjangkau 722 desa

Taman obat di Puskesmas Kindang, Bulukumba, Sulawesi Selatan/Istimewa

Sementara itu, Pengurus Besar PDGI mengapresiasi Ahmad Luthfi atas gagasan program Speling. Program tersebut dinilai inovatif dan layak dicontoh oleh daerah lain di Indonesia.

"Luar biasa yang dikembangkan di Jawa Tengah. Ada dokter spesialis keliling. Ini patut dicontoh daerah lain," ujar Sekretaris Jenderal PB PDGI, drg. Eka.

Ia berharap pengurus baru PDGI Jawa Tengah dalam lima tahun ke depan dapat memberikan kontribusi nyata bagi peningkatan kesehatan gigi dan mulut masyarakat.

Sebagai informasi, program Speling yang digagas Pemprov Jateng hingga 5 November 2025, sudah menjangkau 722 desa dengan total sasaran sekitar 73.813 jiwa.

Program Speling menghadirkan dokter spesialis keliling ke berbagai wilayah, terutama daerah yang sulit dijangkau layanan kesehatan spesialis. Langkah tersebut diharapkan dapat mengatasi kesenjangan akses layanan kesehatan antara wilayah perkotaan dan pedesaan di Jawa Tengah.

Topics

Editorial Team