Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You
    It helps you see more of our articles when you search on Google
    5 Manfaat Terapi Sengat Lebah, Sakit tapi Ternyata Ampuh Menyembuhkan
    cfmmedic.ru

    Kamu pernah disengat lebah? Rasanya sakit, kan? Akan tetapi jangan salah, ada orang-orang yang sengaja menerima sengatan lebah sebagai bentuk pengobatan.

    Terapi sengat lebah berada di dalam jenis pengobatan aphitheraphy. Aphis  berarti lebah dan therapy berarti pengobatan. Aphitherapy  didefinisikan sebagai pengobatan yang menggunakan lebah dan produk-produk yang dihasilkan serangga tersebut. 

    Terapi sengat lebah sudah menjadi pengobatan alternatif sejak 5.000 tahun yang lalu

    kluv.radio.com

    Terapi ini dikenal bermanfaat untuk mengobati berbagai macam penyakit dan cedera. Pada awalnya, terapi sengat lebah dipraktikkan oleh orang-orang Mesir, China, dan Yunani. 

    Kemudian mulai tahun 1930-an, mulai banyak ilmuwan yang meneliti pengobatan alternatif ini. Salah satunya adalah Charles Mraz. Dilansir dari bterfoundation.org, ia sudah mempraktikkan terapi ini kepada orang yang menderita penyakit arthritis selama lebih dari 60 tahun. 

    Racun yang ditransferkan lebah melalui sengatnya mengandung zat yang memiliki efek antiperadangan. Zat tersebut dipercaya bisa mengurangi nyeri dan mengurangi peradangan pada penyakit tertentu. 

    Lalu apa saja penyakit yang dapat disembuhkan dengan "disengat lebah" ini? Berikut manfaat terapi sengat lebah dilansir dari berbagai sumber!

    1. Rheumatoid arthritis

    medicalnewstoday.com

    Rheumatoid arthritis adalah penyakit radang persendian. Dilansir dari verywellhealth.com, sebuah penelitian pernah dilakukan pada orang-orang yang menderita penyakit tersebut. Mereka yang mendapatkan terapi sengat lebah memiliki tingkat kambuh yang lebih rendah dibandingkan dengan yang tidak.

    Sengat lebah mampu mengurangi bengkak, nyeri, dan kaku sendi yang diderita. Tentunya terapi harus tetap diikuti dengan konsumsi obat-obatan yang diperlukan.

    2. Multiple sclerosis

    medscape.com

    Multiple sclerosis adalah penyakit progresif yang disebabkan oleh kesalahan imun menyerang selaput pelindung saraf untuk otak dan tulang belakang. Orang yang menderita penyakit ini akan mengalami gangguan saraf, karena otak salah menyampaikan pesan ke organ-organ tubuh. Terapi sengat lebah bisa membantu menurunkan tingkat kambuh dari penyakit ini. 

    3. Melawan peradangan

    medicalnewstoday.com

    Sengat lebah mengandung beberapa zat dominan, yaitu melittin, adolapin, dan apamin. Ketiga zat tersebut memiliki sifat anti-inflammation yang berfungsi untuk mengurangi peradangan dalam tubuh.

    Oleh karena itu, terapi sengat lebah bisa menyembuhkan berbagai macam infeksi. Selain itu, dengan melakukan terapi ini, tubuh bisa terhindar dari penyakit peradangan kronis seperti inflamasi jantung, ginjal, usus, sendi, dan lain-lain.

    4. Alergi

    alcoholrehabguide.org

    Terapi sengat lebah juga bisa membantu untuk orang yang memiliki alergi. Saat kita mengalami alergi, antibodi kita bereaksi berlebihan karena menganggap zat yang masuk ke tubuh kita adalah hal yang berbahaya. Sengat lebah bisa menenangkan antibodi tersebut sehingga mengurangi reaksi tubuh saat alergi kambuh

    5. Lupus

    lifedaily.com

    Lupus adalah penyakit jangka panjang yang disebabkan karena sistem imun tubuh menjadi terlalu aktif dan menyerang jaringan-jaringan yang sehat. Gejalanya meliputi peradangan, pembengkakan, dan lain-lain.

    Sebuah penelitian pada tahun 2009 di Korea menganalisis bagaimana efek sengat lebah terhadap penyakit ini. Racun dari sengat lebah bisa memberi efek seimbang pada sistem imun penderita lupus. Meskipun begitu, peneliti menyarankan dokter untuk mengambil langkah hati-hati karena tidak semua lupus bisa disembuhkan dengan terapi ini. 

    Ada pertimbangan-pertimbangan yang harus dilakukan sebelum mencoba terapi sengat lebah

    alodokter.com

    Untuk sebagian orang, sengat lebah bisa menimbulkan reaksi alergi. Terapi ini juga bisa menyebabkan rasa sakit, nyeri, pusing, hingga palpitasi jantung. Oleh karena itu, kamu harus melakukan konsultasi dengan dokter terlebih dahulu sebelum memutuskan untuk melakukan terapi ini.

    GImana? Berani mencoba? Kalau sudah berkonsultasi ke dokter dan diperbolehkan, semoga manfaatnya bisa segera terasa ya!

    Editorial Team

    Related Article

    Test notif artikel ke 6 rev07 Jan 2026, 13:18 WIB
    Coba artikel reviewed by15 Dec 2025, 13:13 WIB
    Artikel 4216 Sep 2025, 10:54 WIB
    Artikel 2016 Sep 2025, 10:19 WIB
    Artikel 516 Sep 2025, 10:11 WIB