Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

4 Alasan Dibalik Anjuran Mengurangi Konsumsi Gorengan yang Berlebihan

sehatbiru.com
sehatbiru.com

Gorengan sudah menjadi makanan yang hampir selalu ada di segala suasana. Disamping karena murah meriah, gorengan juga sudah menjadi cemilan favorit banyak orang.

Meskipun begitu, beberapa anjuran untuk mulai mengurangi konsumsi gorengan pun juga mulai banyak disuarakan. Hal ini disebabkan banyaknya efek negatif bagi kesehatan yang akan kita dapatkan.

Berikut ini beberapa alasan dibalik anjuran untuk mengurangi konsumsi gorengan secara berlebihan.

1. Tinggi kalori

everydayhealth.com
everydayhealth.com

Pada umumnya makanan yang digoreng memang akan memiliki kadar kalori yang lebih tinggi dibanding cara memasak lain. Terlebih untuk gorengan, bahan dasarnya sendiri memang sudah mengandung kalori. Ditambah dengan tepung dan proses memasak dengan minyak akan semakin menambah kandungan kalorinya.

Padahal ada batasan kalori untuk dikonsumsi setiap harinya. Apabila terlalu banyak, asupan kalori pun akan memberi dampak negatif untuk kesehatan seperti obesitas, meningkatkan risiko stroke, penyakit jantung, dan kanker.

2. Tinggi lemak trans

hellosehat.com
hellosehat.com

Proses memasak dengan menggoreng biasanya menghasilkan lemak trans yang tinggi. Lemak trans terbentuk saat lemak tak jenuh mengalami proses hidrogenasi, yaitu proses penambahan hidrogen untuk meningkatkan stabilitas oksidatif agar dapat memperpanjang masa simpan.

Disamping itu, gorengan juga seringkali dimasak dalam minyak dengan suhu tinggi dan berulang-ulang. Hal ini akan semakin meningkatkan kandungan lemak tak jenuh dalam gorengan.

 

3. Meningkatkan risiko beberapa penyakit

okaydoc.com
okaydoc.com

Sering atau bahkan rutin mengonsumsi makanan yang digoreng akan semakin meningkatkan resiko terhadap beberapa penyakit. Mulai dari tekanan darah tinggi, kolesterol, obesitas, bahkan sampai pada penyakit jantung dapat dipicu dari kebiasaan mengkonsumsi gorengan yang berlebihan. Tingginya kalori dan lemak trans dalam gorengan inilah yang jadi penyebabnya.

Tubuh kita memang membutuhkan kalori dan lemak, hanya saja ada batasan tertentu untuk kalori dan hanya lemak baik saja yang akan membawa dampak positif untuk kesehatan.

4. Mengandung zat beracun

instagram.com/gardenrestobaleawanputih
instagram.com/gardenrestobaleawanputih

Kebanyakan orang mungkin akan tetap mengabaikan anjuran untuk mengurangi konsumsi gorengan jika baru melihat fakta tentang tingginya kalori dan lemak trans. Padahal alasan utamanya justru adanya kehadiran zat acrylamide.

Bagi yang masih asing, acrylamide merupakan zat beracun yang timbul sebagai akibat dari proses menggoreng dengan suhu diatas 180°C. Apabila zat beracun ini terus-menerus masuk ke dalam tubuh, risiko penyakit kanker bisa saja mengintai kesehatan kita.

Nah, itu tadi beberapa alasan dibalik anjuran untuk mulai mengurangi konsumsi gorengan secara berlebihan. Meski merupakan makanan favorit, ada baiknya kita lebih peka dan peduli pada kesehatan tubuh lebih dahulu.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Topics
Editorial Team
Tyas
EditorTyas
Follow Us

Latest in Health

See More

Test notif artikel ke 6 rev

07 Jan 2026, 13:18 WIBHealth
ular kucing

Coba artikel reviewed by

15 Des 2025, 13:13 WIBHealth
http://i1382.photobucket.com/albums/ah270/akhayaprisca/787671102_zps4y2yx23f.jpg

Artikel 42

16 Sep 2025, 10:54 WIBHealth
http://i1296.photobucket.com/albums/ag19/Melarissa_Benedicta/the blonde salad_fashionnewsmagazine_zpswlnkn5tx.jpg

Artikel 20

16 Sep 2025, 10:19 WIBHealth
DVkkskcl40.png

Artikel 5

16 Sep 2025, 10:11 WIBHealth
IMG20240724165502.jpg

tes timezone wita

25 Jul 2025, 15:00 WIBHealth
singa

artikel coba draft

25 Jul 2025, 11:47 WIBHealth