Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

10 Bahan dalam Skincare yang Sebaiknya Kamu Hindari, demi Kesehatanmu

rd.com
rd.com

Apakah kamu tipe orang yang teliti membaca bahan dan kandungan di dalam produk skincare? Atau justru kamu tipe yang tidak peduli, asalkan skincare itu membeli efek bagus bagi kulitmu? Which type are you?

Nyatanya, terdapat bahan-bahan dalam skincare yang perlu kamu hindari. Tak sedikit penelitian yang menyebutkan bahwa kandungan bahan ini dapat menyebabkan berbagai masalah kesehatan. Kenali lebih dalam, yuk!

1. Paraben

consumerhealthdigest.com
consumerhealthdigest.com

Baru-baru ini, salah satu pengguna Twitter di Indonesia membuat thread tentang kandungan paraben di produk skincare. Thread itu pun menimbulkan pro kontra, terbagi antara kubu yang setuju dan tidak. Well, sebenarnya, seberbahaya apa sih kandungan paraben tersebut?

Paraben umum ditemukan di berbagai produk kecantikan, seperti make up, pelembap, skincare, krim anti aging dan lain sebagainya. Menurut Food and Drug Administration (FDA), beberapa penelitian menunjukkan bukti keterkaitan paraben dengan kanker payudara, kanker kulit, gangguan reproduksi dan sistem endokrin, ungkap laman Hello Glow

Produk paraben memiliki sejumlah turunan, di antaranya butylparaben, ethylparaben, propylparaben dan methylparaben. Diketahui, produk paraben beserta turunannya memiliki sejumlah efek negatif bagi kesehatan, seperti kanker payudara dan penurunan jumlah sperma pada laki-laki. Efek samping lainnya adalah adanya reaksi alergi, dermatitis dan rosacea (kemerahan pada kulit), jelas laman Consumer Health Digest.

2. Sodium lauryl sulfate

getthegloss.com
getthegloss.com

Tak familier dengan namanya? Faktanya, sodium lauryl sulfate banyak beredar di bahan-bahan yang kita pakai sehari-hari, seperti sampo, sabun mandi, obat kumur, pasta gigi, alas bedak sampai sabun muka.

Laman Hello Glow menyebut bahwa bahan ini dapat menyebabkan iritasi kulit, seriawan, gangguan keseimbangan minyak alami kulit dan kerusakan mata. Selain itu, dapat pula menyebabkan munculnya jerawat di sekitar mulut dan dagu. Bahan ini tidak disarankan bagi kamu yang memiliki masalah dengan jerawat, kulit inflamasi dan rosacea.

Dr. Anita Sturnham, dokter spesialis kulit menyebut sodium lauryl sulfate dapat menyebabkan kulit menjadi kemerahan, kekeringan, mengelupas, sensitif dan kulit menjadi kencang seperti tertarik. Kulit yang bersih dan kencang itu adalah hasil dari minyak alami wajah yang hilang, jelas laman Get The Gloss.  Disarankan agar tidak memakai sabun cuci muka yang memiliki busa di dalamnya, ya!

3. BHA

hotfridaytalks.com
hotfridaytalks.com

Akhir-akhir ini, banyak produk skincare yang mengunggulkan kandungan BHA di dalamnya. BHA sendiri umum ditemukan di parfum, toner, lipstick, moisturizer dan exfoliants (produk yang bisa membuat sel kulit mati terkelupas).

Padahal, di sisi lain, butylated hydroxyanisole (BHA) memiliki serangkaian efek negatif. Di antaranya, memiliki sifat karsinogen dan dapat menyebabkan depigmentasi kulit, terang laman Hello Glow

Penelitian pada hewan percobaan menunjukkan bahwa BHA menyebabkan kerusakan hati, kanker lambung, mengganggu sistem reproduksi dan memengaruhi kadar hormon tiroid. Sementara, menurut laman David Suzuki Foundation, BHA dapat memicu reaksi kulit, mengganggu fungsi hormon, paru-paru, ginjal dan pembekuan darah. 

4. Triclosan dan triclocarban

genengnews.com
genengnews.com

Meski umum ditemukan di produk pasta gigi, deodoran dan sabun anti bakteri, triclosan dan triclocarban juga terdapat dalam beberapa produk skincare. Bahan ini dikaitkan dengan gangguan hormonal, resistensi bakteri, gangguan fungsi otot, gangguan fungsi kekebalan tubuh dan meningkatnya alergi, tutur laman Hello Glow.

Dua bahan ini memang bersifat anti bakteri. Namun, penelitian dari Washington University menunjukkan bahwa bahan kimia ini membuat bakteri lebih kuat dan dapat bertahan lebih lama, terang laman Genetic Engineering & Biotechnology News. Agar lebih efektif dalam membunuh bakteri, triclosan ditambahkan dalam konsentrasi yang tinggi. Padahal, ini justru akan membuat bakteri lebih kebal dan sulit mati, lho!

5. Polyethylene

epiphanydermatology.com
epiphanydermatology.com

Polyethylene sering ditemukan dalam scrub, make up, pencuci wajah dan pasta gigi. Manik-manik plastik kecil di scrub wajah terbuat dari bahan ini.

Polyethylene dikenal menyebabkan iritasi kulit dan tak boleh dipakai pada kulit yang rusak, ungkap laman Hello Glow. Selain itu, butir-butir scrub sintetis ini sulit disaring oleh sistem pembuangan limbah, sehingga menjadi polutan dan membahayakan jika tak sengaja dikonsumsi oleh hewan air.

Efek samping lainnya adalah dapat memengaruhi sistem pernapasan, sistem kekebalan, sistem kerangka dan sistem otot, tutur laman Natural Pedia. Polyethylene juga dapat menyebabkan iritasi kulit ringan, berpotensi karsinogen, radang sendi, radang tenggorokan dan bisa menyebabkan asma.

6. Retinyl palmitate, retinyl acetate, asam retinoat dan retinol

stylecaster.com
stylecaster.com

Masih banyak kandungan bahan berbahaya dalam skincare yang perlu kamu tahu. Salah satunya adalah yang memiliki bahan retinyl palmitate, retinyl acetate, asam retinoat dan retinol di dalamnya. Bahan ini sering ditemukan di pelembap, produk bibir, tabir surya dan produk anti penuaan (anti aging).

Tanpa kamu sadari, bahan ini bersifat karsinogenik di bawah sinar matahari, jelas laman Hello Glow. Studi yang dilakukan pada tikus percobaan menunjukkan bahwa zat ini dapat mempercepat pertumbuhan kanker kulit. Meski begitu, belum ada penelitian yang menunjukkan bahwa ini akan meningkatkan risiko kanker kulit pada manusia.

7. Petroleum distillates

elitedaily.com
elitedaily.com

Yakin bahwa maskara yang setiap hari kamu pakai gak berbahaya? Nyatanya, kandungan petroleum distillates dalam maskara punya efek buruk bagi kesehatan, lho. Bahan ini menyebabkan dermatitis kontak dan penyebab kanker, ungkap laman Hello Glow.

Studi lain menunjukkan bahwa bahan ini dapat merusak jalan napas, kerusakan paru-paru dan masalah jantung. Jangan pernah mencoba menghirupnya, karena akan membuat kita muntah dan beracun bagi paru-paru. FYI, zat ini juga sering ditemukan di bahan bakar mobil, minyak pemanas dan lain sebagainya.

8. Parfum

wellandgood.com
wellandgood.com

Memakai parfum wajib hukumnya sebelum keluar rumah. Namun, beda lagi dengan parfum dalam skincare dan kosmetik.

Kita disarankan untuk memakai produk fragrance free, sebab bahan ini memiliki efek negatif. Di antaranya sakit kepala, mengiritasi kulit, menyebabkan alergi, asma dan gangguan pernapasan, hingga merusak sistem reproduksi dan meningkatkan risiko kanker, ujar laman Root & Revel.

Lebih lanjut, terdapat bahan-bahan di dalam parfum yang perlu diwaspadai. Semisal phthalate yang dapat mengganggu produksi androgen, memengaruhi keseimbangan hormon pada perempuan, gangguan metabolisme dan resistensi insulin. Ada pula styrene yang bersifat kanker dan ethanol yang menyebabkan kulit jadi kering.

9. Oxybenzone

independent.co.uk
independent.co.uk

Bagi kamu yang suka main ke pantai, memakai sunscreen adalah wajib hukumnya. Namun, jika kamu teliti, kandungan bahan oxybenzone di dalamnya dapat membahayakanmu. Oxybenzone adalah bahan kimia berisiko tinggi yang ditemukan di tabir surya, ungkap laman Hello Glow

Sebanyak 56 persen tabir surya mengandung bahan kimia ini. Studi menunjukkan bahwa oxybenzone dapat mengganggu sistem hormon dan menyebabkan kanker kulit. Kontras dengan hal itu, The American Academy of Dermatology mengatakan oxybenzone aman dan telah digunakan sejak tahun 1978, ujar laman CNN.

10. Hydroquinone

healthline.com
healthline.com

Terakhir, mari berkenalan dengan hydroquinone. Bahan ini mudah ditemukan di produk pencerah kulit. FDA memperingatkan agar kita berhati-hati dengan zat ini, karena disinyalir dapat meningkatkan risiko terkena kanker, terang laman Hindustan Times. Tak heran, akhirnya produk dengan hydroquinone dilarang di beberapa negara, seperti Jepang, Australia dan beberapa negara di Eropa.

Nah, itulah 10 bahan di skincare dan kosmetik yang seharusnya kamu hindari. Meskipun kulit beberapa orang mampu menahan efeknya, tapi kalau memang bisa dihindari demi kesehatan kulit jangka panjang, kenapa tidak? Mari kita merawat kulit tanpa merusak kesehatan, yuk!

Share
Topics
Editorial Team
Nena Zakiah
EditorNena Zakiah
Follow Us

Latest in Health

See More

Mikroplastik Bisa Jadi 'Kendaraan' Penyebar Kuman Berbahaya

18 Des 2025, 11:15 WIBHealth
ular kucing

Coba artikel reviewed by

15 Des 2025, 13:13 WIBHealth
http://i1382.photobucket.com/albums/ah270/akhayaprisca/787671102_zps4y2yx23f.jpg

Artikel 42

16 Sep 2025, 10:54 WIBHealth
http://i1296.photobucket.com/albums/ag19/Melarissa_Benedicta/the blonde salad_fashionnewsmagazine_zpswlnkn5tx.jpg

Artikel 20

16 Sep 2025, 10:19 WIBHealth
DVkkskcl40.png

Artikel 5

16 Sep 2025, 10:11 WIBHealth
IMG20240724165502.jpg

tes timezone wita

25 Jul 2025, 15:00 WIBHealth
singa

artikel coba draft

25 Jul 2025, 11:47 WIBHealth
burung

Artikel agustus update

15 Jul 2025, 16:48 WIBHealth