Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Pemugaran Grahadi Sayap Barat Habis Rp12,76 Miliar, Tuntas 210 Hari
Menteri Luar Negeri Sugiono ketika memberikan penjelasan usai KTT Board of Peace (BoP) di Washington DC. (Tangkapan layar YouTube Sekretariat Presiden)
  • Pemprov Jatim memulai pemugaran Sayap Barat Gedung Negara Grahadi senilai Rp12,76 miliar dengan durasi 210 hari, dimulai 30 Maret hingga 25 Oktober 2026.

  • Gubernur Khofifah menegaskan pemugaran dilakukan dengan pendekatan pelestarian cagar budaya, menggunakan material mirip aslinya seperti kapur khusus dari Jerman dan kayu bersertifikat Perhutani.

  • Pekerjaan mencakup rekonstruksi atap, replikasi pintu dan kusen, sistem proteksi kebakaran, serta penataan ruang dan display memorabilia agar bangunan tetap berfungsi tanpa kehilangan nilai sejarahnya.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
akhir Agustus 2025

Bangunan Sayap Barat Gedung Negara Grahadi rusak akibat aksi demonstrasi di Surabaya.

30 Maret 2026

Pemprov Jawa Timur memulai masa pelaksanaan proyek pemugaran Sayap Barat Grahadi dengan kontrak senilai Rp12,76 miliar.

1 April 2026

Gubernur Khofifah Indar Parawansa melakukan peletakan batu pertama atau groundbreaking pemugaran Gedung Negara Grahadi Sayap Barat.

25 Oktober 2026

Proyek pemugaran dijadwalkan selesai setelah masa pelaksanaan selama 210 hari.

kini

Pemprov Jatim menegaskan komitmen menjaga keaslian dan nilai sejarah bangunan cagar budaya Grahadi melalui proses pelestarian yang ketat.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
  • What?
    Pemerintah Provinsi Jawa Timur memulai pemugaran Bangunan Sayap Barat Gedung Negara Grahadi yang rusak akibat aksi demonstrasi, dengan nilai kontrak Rp12,76 miliar dan masa pengerjaan 210 hari.
  • Who?
    Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa memimpin peletakan batu pertama bersama tim cagar budaya dan pihak pelaksana proyek dari Pemprov Jatim.
  • Where?
    Pemugaran dilakukan di Bangunan Sayap Barat Gedung Negara Grahadi, Jalan Gubernur Suryo, Kota Surabaya, Jawa Timur.
  • When?
    Kegiatan groundbreaking berlangsung pada Rabu, 1 April 2026. Pekerjaan dimulai 30 Maret dan dijadwalkan selesai pada 25 Oktober 2026.
  • Why?
    Pemugaran dilakukan untuk mengembalikan kondisi bangunan cagar budaya tersebut mendekati bentuk aslinya setelah mengalami kerusakan akibat demonstrasi pada Agustus 2025.
  • How?
    Pemugaran menggunakan pendekatan pelestarian dengan material mirip asli seperti kapur khusus dari Jerman, penguatan struktur atap, serta pemasangan sistem proteksi kebakaran dan penataan ruang sesuai nilai historisnya.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Gedung Grahadi di Surabaya dulu rusak karena demo. Sekarang Ibu Gubernur Khofifah mulai memperbaikinya lagi. Katanya butuh waktu 210 hari dan uangnya banyak sekali, lebih dari dua belas miliar. Mereka mau bikin gedung itu mirip seperti dulu, pakai bahan khusus dan hati-hati supaya sejarahnya tetap ada.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Pemugaran Sayap Barat Gedung Negara Grahadi menunjukkan komitmen kuat Pemprov Jawa Timur dalam melestarikan warisan budaya. Dengan pendekatan pelestarian yang hati-hati, penggunaan material mendekati aslinya, serta koordinasi dengan tim cagar budaya, proyek ini tidak hanya memperbaiki kerusakan fisik, tetapi juga menegaskan penghargaan terhadap nilai sejarah dan keaslian arsitektur Grahadi.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Surabaya, IDN Times - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur (Jatim) resmi memulai pemugaran Bangunan Sayap Barat Gedung Negara Grahadi, Surabaya, yang rusak akibat aksi demonstrasi pada akhir Agustus 2025 lalu. Peletakan batu pertama atau groundbreaking dilakukan langsung oleh Gubernur Khofifah Indar Parawansa, pada Rabu (1/4/2026).

Pemugaran ini memiliki nilai kontrak sebesar Rp12,76 miliar dengan masa pelaksanaan selama 210 hari, terhitung mulai 30 Maret hingga 25 Oktober 2026. Proyek tersebut difokuskan pada upaya mengembalikan kondisi bangunan cagar budaya itu mendekati bentuk aslinya.

Khofifah menegaskan, proses pemugaran dilakukan dengan pendekatan pelestarian, bukan sekadar renovasi. Pemprov Jatim berkoordinasi dengan tim cagar budaya untuk memastikan setiap detail bangunan tetap mempertahankan nilai historisnya. “Kita ingin memastikan semaksimal mungkin ini mirip dengan aslinya. Apa yang dulu dijadikan konstruksi, kita maksimalkan keserupaan dengan bangunan aslinya,” ujarnya.

Khofifah menjelaskan, sejumlah material yang digunakan bahkan diupayakan mendekati bahan asli, termasuk penggunaan kapur khusus sebagai perekat, menggantikan semen seperti konstruksi awal bangunan. Material kapur tersebut kini diketahui diproduksi di Jerman.

Selain itu, bagian-bagian bangunan yang masih eksisting dipastikan tidak akan dirombak. Pemugaran lebih difokuskan pada perbaikan struktur yang rusak serta penguatan bangunan.

“Sebagian besar yang ada saat ini tidak akan dirombak. Kita memaksimalkan pelestarian cagar budaya ini,” tegas Khofifah.

Adapun lingkup pekerjaan meliputi rekonstruksi atap, replikasi engsel, kusen dan pintu, pemasangan sistem proteksi kebakaran, hingga penataan ulang ruang Wakil Gubernur dan ruang penunjang lainnya. Pemugaran juga mencakup penataan display memorabil ia serta ekspos hasil ekskavasi arkeologi dan balok kayu yang ditemukan di lokasi.

Dari sisi teknis, dinding bangunan akan diplester dan dicat ulang menggunakan material khusus agar tetap “bernapas”. Sementara kusen, pintu, dan jendela menggunakan kayu legal bersertifikat dari Perhutani. Lantai akan menggunakan material marmer mengikuti bangunan utama Grahadi.

Untuk aspek keamanan, bangunan juga akan dilengkapi sistem pemadam kebakaran sebagai langkah antisipasi kejadian serupa di masa mendatang. Selain itu, dilakukan penguatan struktur atap melalui penambahan ring balk untuk meningkatkan daya tahan bangunan.

Khofifah menambahkan, pemugaran ini menjadi momentum untuk mengingatkan pentingnya menjaga cagar budaya. Ia mengaku peristiwa perusakan gedung pada Agustus lalu menjadi duka tersendiri, bahkan mendapat perhatian khusus dari pemerintah pusat. “Kita semua bersedih saat itu. Ke depan, kita harus punya tanggung jawab bersama menjaga cagar budaya, bukan hanya Grahadi, tapi semuanya,” katanya.

Pemprov Jatim berharap Bangunan Sayap Barat Grahadi dapat kembali berfungsi sekaligus tetap mempertahankan nilai sejarah dan arsitektur aslinya.

Topics

Editorial Team