Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You
    [PUISI] Tetaplah Menjadi Patah Hatiku
    Pexels/Thiago Matos

    Saat luka penolakan

    Tak menimbulkan perih

    Saat langkah mendekati

    Bak melintasi terbaran duri

    Bodohnya diri ini

     

    Menangis demi kau tertawa

    Kau abaikanku dalam porsi tawamu

    Hadir pada keterpurukanmu

    Kau anggap hadirku keterpurukan

    Salahkan aku selalu

     

    Saat logika tertidur

    Saat Hati membisu

    Tak ada yang menuntun

    Kujadikan engkau cahaya

    Ku salah, kau terlalu redup

     

    Tak perlu kata maaf

    Ku terlalu bodoh mengejarmu

    Mungkin dia lebih baik

    Ku tunggu undanganmu

    Tetaplah menjadi alasan di balik karyaku

    This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

    Editorial Team