Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

    Tergores rasa menyekat paru
    Membelokkan bayu di pantai biru
    Gadis hanya tersedu merayu waktu
    Raungkan mantra kata "yang lalu cepatlah berlalu"

    Terhempas memori kala itu
    Tuan datang meniup debu
    Dari mata yang sedang sayu
    Menjanjikan mahligai di puri rahayu

    Mawar merah yang mewangi
    Tuan hadiahkan untuk gadis penyepi
    Yang sering bermandikan sunyi
    Di pesisir yang tak bermelodi

    Di hari yang tuan janji
    Gadis datang berkalbu suci
    Sambil bernyanyi menghibur diri
    Hendak sembuhkan luka dari tusukan duri

    Terbuai pesona laskar imaji
    Ternyata tuan telah meraih putri
    Bersuka-suka di mahligai puri
    Dikipas rona bahagia beribu peri

    Syair cinta yang disurat ke langit biru
    Terselip ditelan kelabu
    Ternyata bait tuan penuh tipu
    Pun larik mengiris empedu

    Mawar merah yang diberi
    Sungguh tangkai lebat berduri
    Mengiris sampai sanubari
    Sakitnya telah lupakan siapa diri

    This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

    Editorial Team