Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App

Kamu masih ingat tidak?
Di sepertiga malam kita pernah bercerita loh
Tentang indahnya awan diketinggian
Tentang sunyi hutan hutan
Tentang masa depan

Katamu
Kamu merindukan kabut lembut
Sebelum pagi datang menjemput
Bersama tegukan kopi sejumput
Diseduh dengan melihat padang savana penuh rumput

Katamu
Kamu ingin pergi kependakian
Melewati rimbunnya hutan
Menjejakkan kaki diketinggian
Berseteru, bersahabat, menjadi satu dengan alam

Katamu
Kamu akan selalu bersamaku
Melewati hari-hari yang tak menentu
Suka duka dihadapi tanpa keluh
Asal tetap melihat senyumku

Semua bertolak belakang ketika kamu kenal dia
Berubah sebegitu cepat nya
Tak sadar kamu telah meninggalkan semua kata
Tanpa kepastian nyata

Mungkin kesalahan-kesalahan kita terlalu banyak
Hingga kita sama-sama pergi sejenak
Berakhir pada aku yang terjebak
Serta kamu sudah dengan pasti menggelak

Kita
Sama-sama teguh dengan pendirian
Tanpa ada kompromi kesetaraan

Maafkan,
kita memang tak ditakdirkan
Namun kita punya cerita;
Bahwa ada kita dalam secuil kehidupan

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team