Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

    Sebentar lagi Natal
    Rindu sudah mulai menggoda nakal
    Tak sabar kekasih pulang bawa bekal
    Lalu kusambut dengan spesial

    Berdansa di depan api unggun
    Di bawah pohon natal yang rimbun
    |Aku tersenyum anggun
    Lalu dia tertegun

    Ah, indahnya khayalan
    Andai seperti itu gerangan
    Setidaknya aku percaya angan
    Sampai ketika telepon rumah berbunyi tak karuan

    Kumatikan alunan lagu
    Dan sebuah suara bicara dengan ragu
    Kudengarkan tanpa mengganggu
    Lalu air mata turun tanpa ragu-ragu

    Kuingat kembali ucapan yang berbunyi dalam perjalanan
    Kukira dia akan pulang ke rumah dengan senyuman
    Ternyata tak sesuai perkiraan
    Siapa sangka dia pulang ke rumah Tuhan

    Desember, untuk apa kau bawa malapetaka?
    Natalku telah celaka
    Kekasihku pergi ke alam baka
    Aku luka.

    This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

    Editorial Team