Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Pexels/Umberto Shaw
Pexels/Umberto Shaw

Kurasa sekarang aku akhirnya memafhumi
Betapa hidup begitu membuncahkan
Segala yang telah kuberikan
Tiada berbalas demikian
Akhirnya, semua lara akan hilang
Tiba saatnya segenap pedih kemudian padam tak berbekas

Ketika kubersua dengan jalan pulang, biarlah...
Biarkan aku menempuhnya seorang diri
Takkan ada hirauan atas redupnya seberkas cahaya diantara belantara gemintang
Takkan ada gubrisan jikalau setitik embun binasa diresap jagat raya
Aku percaya, dikala raga ini tak lagi bersanding di sisimu
Kelak akan kau temui seluruh jawaban
Tak perlu berduka, cukuplah bersedih
Tak harus bersedu sedan, cukuplah menangis perlahan

Sebab...
Akan kau resapi aku dalam setiap doamu
Akan kau jumpai aku dalam setiap lamunanmu

Percayalah...
Kendati raga ini tak lagi pada rengkuhmu
Jiwa ini selalu ada dalam sanubarimu
Teruntuk kamu, yang senantiasa aku cinta...
Mohon diri, aku pergi sebelum kau sempat mencelikkan mata.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team