Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
pixabay/silviarita
pixabay/silviarita

kucari namamu
di sela-sela hembus angin malam
yang membawa udara dingin di sekujur pekat
menorehkan rindu diam-diam
padamu, hanya untukmu

kucari lagi namamu
pada lembaran dini hari menuju pagi
mengira namamu tersemat diantara hangat mentari
melukiskan asa yang tak henti mencari
hadirmu, hanya dirimu

tetap kucari namamu
tanpa lelah meski terik menyimpan peluh
berdiri tegar di antara puing jingga
menduga lembayung senja sembunyikanmu
ragamu, hanya sosokmu

yang mendampingi awan bernama langit
yang rela meleleh demi cahaya bernama lilin
aku tetap kusuma
lalu kamu, namamu...
ah, aku hampir menemukanmu

kucari namamu
lagi dan lagi sepanjang waktu
berharap bisa kutemukan
atau malah kamu yang mendatangiku lebih dulu...

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team

EditorTyas