Bagaimana aku harus menafsirkan wajahmu
Di balik kanvas yang ditetesi hujan?
Hanya gurat alismu
yang masih mengeja kata
Terbata-bata
bahkan nyaris tak terbaca
Hingga aku lupa
Kau mengeluh bahwa: bulan sedang gerhana
Bingkai lukisan ini
hanya menorehkan rambutmu
berbau mimpi
lalu kita mengutuk kabut
yang membikin hujan
tak pernah berhenti
