Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App

Bagaimana aku harus menafsirkan wajahmu
Di balik kanvas yang ditetesi hujan?
Hanya gurat alismu
yang masih mengeja kata
Terbata-bata
bahkan nyaris tak terbaca
Hingga aku lupa
Kau mengeluh bahwa: bulan sedang gerhana

Bingkai lukisan ini
hanya menorehkan rambutmu
berbau mimpi
lalu kita mengutuk kabut
yang membikin hujan
tak pernah berhenti

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team