[PUISI] Bagaimana Aku Harus Menafsirkan Wajahmu
Bagaimana aku harus menafsirkan wajahmu
Di balik kanvas yang ditetesi hujan?
Hanya gurat alismu
yang masih mengeja kata
Terbata-bata
bahkan nyaris tak terbaca
Hingga aku lupa
Kau mengeluh bahwa: bulan sedang gerhana
Bingkai lukisan ini
hanya menorehkan rambutmu
berbau mimpi
lalu kita mengutuk kabut
yang membikin hujan
tak pernah berhenti
This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.


















