Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You
    Kenapa Daun Jatuh di Saat Musim Gugur?

    Jatuh dan terbang
    Berhembus bersama angin
    Mengikuti angin yang membawanya pergi
    Terlelap dengan tenangnya
    Berharap harapan akan datang saat ia jatuh
    Bersama sinar sang mentari
    Hangat meresap dalam
    Terang sampai tak tertahan
    Entah apa yang ada dipikirannya
    Layaknya air yang mengikuti arus air
    Damai terasa indah
    Serasa alunan melodi musim gugur
    Yang jatuh seirama
    Senyumnya terlukis semu
    Warnanya begitu memukau
    Tapi tak ada yang peduli
    Dengan dirinya
    Melihatnya saja bosan atau malas
    Semua tak peduli
    Tapi kenapa ia tetap jatuh

    Seberapa pentingkah itu baginya
    Tinggi menatap langit dengan indahnya
    Itu yang terbaik
    Semua bersama dalam satu rumpun
    Kalau kau terbang dan jatuh
    Tak ada sehelai daunpun yang mengingatmu kambali
    Tapi kenapa ?
    Ku tak mengerti

    Angin ?
    Apa semua ini karna angin
    Yang ingin membawa mu pergi dengan jauhnya
    Saat kau jatuh apakah ia juga yang akan mengangkatmu
    Apakah dia juga yang akan menjagamu ?
    Menemanimu ?
    Kalau ia kau memang pantas pergi bersamanya
    Kalau tidak kenapa?
    Angin juga akan menjadi dingin
    Sedingin es
    Daratan yang dipenuhi bintik putih dimana-mana
    Kaupun akan mati jika kau jatuh
    Atau mungkin karna tanah ?
    Apa kau ingin menemaninya dibawah sana
    Kenapa kau meninggalkan tempat yang indah
    Lalu pergi untuk barsamanya
    Apakah kau ini bodoh ?

    Kau kenapa?
    Mengapa kau terlihat begitu ikhlas
    Mengapa senyuman selalu terlukis pada dirimu
    Apakah kau tak punya rasa menyesal
    Apakah karna sinar sang mentari?
    Yang begitu hangat terasa
    Cermerlang dan indahnya
    Apakah kau ingin menemui sang mentari?
    Yang begitu megahnya terlukis di langit
    Sebentar lagi akan lenyap
    Semuanya

    Matahari pun akan pergi
    Tak berjaya layaknya hari ini
    Ada yang mencuri perhatiannya
    Kau pun akan terlupakan
    Bukan untuk waktu yang singkat
    Kau pun akan rapuh
    Tolong jawab aku
    Kenapa kau hanya tersenyum
    Tolong jawablah aku
    Aku peduli pada mu
    Kau sungguh tangguh
    Untuk semua
    Hanya dengan senyuman
    Kau akhirnya jatuh
    Dengan angin yang memegang erat tanganmu
    Dan sang mentari yang menyinarimu jatuh
    Serta bumi yang mendekapmu dengan lembutnya

    Kusampaikan apa yang selama ini kurasakan. Cinta bagaikan emosi yang meluap dan tak terbendung, sampai mengakibatkan tembok hati menjadi runtuh perlahan, bila terlalu keras arus airnya. Daun yang jatuh memang sebuah penggambaran tentang cinta yang kualami. Hanya senyuman balasan dari semua yang terjadi. Sampai ia mulai rapuk, semua ia jalani dengan senyuman yang menunjukkan bahwa ia adalah pemenang. Pemenang yang bisa jatuh hati padamu dan melepaskanmu dengan indahnya.

    Semua sudah terlantun dalam alunan ayat-ayat suci Tuhan. Walaupun kau tak pernah tahu, tapi mataku sudah mengirim kode yang begitu banyak saat kau menatapku tak sengaja. Hati ku pun terlena dan berharap yakin kalau ada elang dibalik awan yang sedang mengintai mu dari jauh. Mata yang selalu membisu kelak akan berbicara sampai waktunya tiba. Ku harap kau mengingatnya walau hanya setitik debu yang ada pada pikiranmu, ku harap akan menjadi kawanan awan yang selalu membelai lembut hatimu. Kuucapkan terima kasih dan semoga kau mengingat semua, walau hanya sebagai teman. Semoga puisi terbebut Tuhan sampaikan pada mu dengan caranya sendiri. Amin.


    Mau karya tulismu diterbitkan oleh IDNtmes.com? Yuk, submit artikelmu di IDNtimes Community! Cari tahu bagaimana caranya di sini.

    Editorial Team