Kalangan pengusaha properti yang tergabung dalam asosiasi Real Estate Indonesia (REI) meminta kepada pemerintah untuk memberikan subsidi kepemilikan rumah atau Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) bagi masyarakat dengan penghasilan 4 - 8 juta rupiah per bulan. Dilansir Liputan6.com, Ketua Umum REI, Eddy Hussy mengusulkan ada FLPP paket kedua yang ditujukan warga berpendapatan 4 - 8 juta rupiah setiap bulan.
Eddy mengatakan bahwa harga rumah seperti yang ada di Peraturan Menteri Keuangan (PMK) naik lima persen setiap tahun dan ini berpotensi mengurangi suplai. Jadi perlu ada FLPP paket kedua untuk masyarakat pendapatan 4 - 7 juta rupiah atau 8 juta rupiah sebulan.
Alasannya saat ini banyak warga bergaji 4 - 8 juta rupiah per bulan tinggal di perkotaan dan belum memiliki rumah. Sementara harga perumahan sudah lebih mahal dibandingkan rumah bersubsidi. Dia menilai, penetapan uang muka KPR FLPP satu persen sudah sangat bagus sehingga tidak perlu rencana membebaskan DP rumah atau dinolkan.
