Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

OJK Sebut 940 Fintech Ilegal Dominasi Pemberi Pinjaman Online

freepik.com
freepik.com

Jakarta, IDN Times - Sebanyak 940 fintech lending ilegal mendominasi operasi pinjaman online. Hal itu dilakukan tidak hanya berasal dari dalam negeri, melainkan juga berasal dari luar negeri.

"Fintech illegal itu terjadi karena dia memberi pinjaman mudah dengan bunga yang tinggi, membocorkan data ke mana-mana dan mengirim ke debt collector. Ini kita sebut dengan inklusi keuangan yang menyakitkan," kata Direktur Pengaturan, Perizinan, dan Pengawasan Financial Technology OJK, Hendrikus Passagi seperti dikutip dari Antara, Selasa (2/6).

1.OJK terus mengawasi fintech lending illegal

ANTARA FOTO/Maulana Surya/wsj.
ANTARA FOTO/Maulana Surya/wsj.

Ia mengatakan kinerja dari illegal lending fintech berada dalam pengawasan dari OJK dengan tiga tugas yang dilakukan di antaranya menjaga data agar tidak disalahgunakan dan kepentingan nasional dijaga.

"Selain itu, mencegah illegal lending digunakan untuk pendanaan terorisme, pencucian uang dan menggangu sistem keuangan," ungkapnya.

2. OJK mencatat ada 113 fintech lending legal

freepik.com
freepik.com

Hingga saat ini ada 113 penyelenggara fintech lending yang terdaftar atau berizin di OJK. Satgas Waspada Investasi (SWI) telah menutup 947 fintech.

"Secara rutin OJK dan SWI menelusuri penyelanggara fintech lending ilegal," kata Passagi.

3. Belum ada UU perlindungan data pribadi

fintech online shop
fintech online shop

Namun demikian, hingga saat ini belum ada undang-undang perlindungan data pribadi. Dengan demikian, setiap melakukan peminjaman dari fintech lending illegal dipastikan semua data pribadi disalin dan disalahgunakan.

"Bayangkan kalau berasal dari luar negeri, artinya hampir semua data pribadi disalin di luar negeri," kata dia.

4. Fintech lending hanya dapat mengakses kamera, mikrofon, dan occasion

ojk.go.id
ojk.go.id

Selain itu, pihak OJK telah mewajibkan fintech lending yang terdaftar dan memiliki izin di OJK hanya dapat mengakses kamera, mirkrofon, dan occasion. Untuk akses yang lainnya tidak diperbolehkan, sementara untuk yang illegal dapat dipastikan semua nomor dan data yang ada di pada handphone dapat diambil.

"Sementara untuk fintech landing per bulan Februari kami sudah mengajukan instruksi hanya boleh mengakses kamera, mikrofon dan occasion. Di luar itu ya harus dimusnahkan agar tidak berpeluang menjual data," katanya.

Share
Topics
Editorial Team
Indiana Malia
EditorIndiana Malia
Follow Us

Latest in Business

See More

[QUIZ] Jawab Pertanyaan Ini, Kami Tahu Inspirasi Taman Depan Rumahmu!

09 Jan 2026, 09:36 WIBBusiness
SLL-Surely-Tomorrow_PR-Still_Release-Date-Sept-09-2025-NO-RELEASE-BEFORE-JTBC-1366x2048.jpg

The Shawshank Redemption

07 Jan 2026, 11:41 WIBBusiness
surely-tomorrow-still (1).jpg

Artikel reviewed coba

22 Des 2025, 12:01 WIBBusiness
surely-tomorrow-still (1).jpg

artikel coba

18 Des 2025, 00:00 WIBBusiness
ss_8d23b9dd754ae8d287c0588641f169abe8acb86a.1920x1080.jpg

Ciba artikel table

15 Des 2025, 13:53 WIBBusiness
rthtrh

coba test lagi lagi

09 Des 2025, 14:57 WIBBusiness
ss_df1de01f93f61bd30d64e6206b606d0a15cb485f.1920x1080.jpg

test artikel lagi

09 Des 2025, 14:54 WIBBusiness
02.jpg

test artikel

09 Des 2025, 14:51 WIBBusiness
GVq5Zpna8AAQq-M.jpg

artikel community 2

01 Des 2025, 15:17 WIBBusiness
E_8IbBkVIAk8LeP.jpg

artikel community 3

28 Nov 2025, 15:16 WIBBusiness
ss_edfd360b92d6f9b983b759fd837e664b86cd9563.1920x1080.jpg

Cek carousel

24 Nov 2025, 10:02 WIBBusiness