Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Ini 7 Cara Agar Utangmu Lebih "Bersahabat"

Rasanya gak mungkin untuk hidup bebas dari utang. Apalagi, jumlah pemasukan yang kita terima tak pernah sebanding dengan pengeluaran bulanan. Jika memang dirasa perlu, utang gak selalu berarti buruk. Misalnya, pinjaman untuk kebutuhan pendidikan. Meskipun begitu, jangan sampai utang menjadi beban utama dalam keuangan kita. Berikut adalah tujuh saran untuk membantu kamu memikirkan apa yang terbaik untuk kamu dan utangmu.

1. Jujurlah dan akui betapa borosnya kamu, kemudian mulai rencanakan utang dengan baik.

https://cdn.idntimes.com/content-images/post/20160830/a1-855323653bbfeff0e6f1e25ff2aefa93.jpg

Utang menumpuk karena berbagai alasan. Jika itu memang karena kebiasaan belanjamu yang impulsif, kamu perlu mengakuinya. Kumpulkan semua kartu kreditmu, mobil dan bentuk pinjaman lainnya. Kemudian, buatlah catatan saldo, suku bunga, tanggal jatuh tempo, pembayaran minimum dan berapa lama itu akan lunas. Sempatkan waktumu beberapa menit saja untuk ini, karena ini penting.

2. Lakukan perubahan kegiatan positif yang menguntungkan.

https://cdn.idntimes.com/content-images/post/20160830/a2-57b66836c90f53be5765ba9151dec57d.jpg

Daripada meratapi dirimu sendiri yang memiliki terlalu banyak utang, jauh lebih baik jika menyelesaikan satu per satu dari nominal terkecil namun yang dirasa membebani. Tambahkan kegiatan yang menghasilkan profit bila menungkinkan, fokusmu harus pada pengurangan utang. Untuk misi tersebut, kamu juga bisa mempermudahnya dengan berprinsip gak akan ambil utang baru, sebelum utang yang lama lunas.

3. Atur pembayaranmu menjadi otomatis.

https://cdn.idntimes.com/content-images/post/20160830/a3-9a3aac57a93c59fca46e1b69e002ecf9.jpg

Aturlah kardu kreditmu ataupun pembayaran pinjamanmu ke dalam autodebet. Sehingga ketika tibanya masa tempo bayar utang, kamu akan terhindar dari biaya keterlambatan bayar. Hal tersebut juga bisa mendorongmu gak menggunakan uang pelunasan utang tersebut untuk keinginan lainnya.

4. Prioritaskan, prioritaskan dan prioritaskan! Itu yang terpenting.

https://cdn.idntimes.com/content-images/post/20160830/a4-dd9dcab5d648205a376b6754f359849f.png

Jika kamu tidak dapat membayar semua utangmu setiap bulan, prioritaskan lah apa yang dapat kamu bayar terlebih dulu. Memberikan prioritas utama untuk utang dan menyelesaikannya satu per satu dijamin akan melegakanmu pelan-pelan. Utamakan rumah atau mobil, kebutuhan seperti utilitas, dan utang yang gak bisa kamu tunda: termasuk pinjaman mahasiswa dan pajak yang belum dibayar. Kemudian barulah mengatasi utang tanpa jaminan, seperti kartu kredit.

5. Mulai segera bayar dan lunasi segala sesuatu secara tunai.

https://cdn.idntimes.com/content-images/post/20160830/a5-6b43587e11b7234a98afdad764ecf078.jpg

Mungkin kelihatan ketinggalan zaman, tapi hindarilah membayar dengan kartu kredit dan mulai menggunakan uang tunai, atau bisa juga cek dan kartu debit sebagai gantinya. Hal tersebut memang membutuhkan perencanaan ekstra untuk memastikan kamu memiliki cukup uang tunai di dompetmu, namun hal ini mempermudahmu dalam mengontrol pengeluaran serta mengindari kebiasaan belanja impulsif yang gak sehat.

6. Memangkas kebutuhan memang bisa, tapi lebih baik jika menambah potensi penghasilan.

https://cdn.idntimes.com/content-images/post/20160830/a6-d0771eb2b7ed6e4ba8b4dd6213aeeed9.jpg

Banyak orang beranggapan mereka gak punya cukup uang untuk mengurangi utang mereka dalam waktu singkat. Gunakanlah aplikasi penghitung pengeluaran atau sekedar kalkulator belanja untuk menemukan "benalu" utama dalam pengeluaranmu agar utangmu bisa dikurangi dengan lebih cepat. Jika kamu menemukan hal apa yang membuat utangmu membengkak, kamu bisa berlatih menguranginya, misalnya ngopi di kedai eksklusif. Jika kamu sangat kesulitan mengubah gaya hidupmu, tambahkan potensi penghasilanmu dengan melakukan kerja atau bisnis sampingan.

7. Jangan lupa bahwa kamu perlu menyiapkan pensiun.

https://cdn.idntimes.com/content-images/post/20160830/a7-930caf22dcee775202672e1aa527436e.jpg

Tanya pada dirimu sendiri, apakah kamu memang membutuhkan aksesoris handphone tersebut? Apakah kamu memang merasa perlu memiliki gadget paling baru tersebut? Ingat bahwa kamu perlu menyiapkan dana untuk bisa membuatmu bertahan di usia pensiun, ya, uang pensiun. Bukan menakutimu, belum tentu perusahaanmu memberikan uang pensiun saat kamu pensiun nanti akibat manajemennya yang dinamis, terus berganti dengan aturan-aturan baru. Lagipula kalaupun ada uang pensiun itu gak akan sebesar gajimu, jadi kalau kamu mau taraf hidupmu pada level yang gak menurun, kamu harus menabung.

Jika kamu menyadari bahwa kamu berutang lebih dari yang dapat kamu kelola, jangan malu untuk mencari bantuan, terutama secara moral. Ahli psikologi atau bahkan orang terdekat yang kamu percaya dapat pelan-pelan membantumu "sembuh" dari belanja impulsifmu, sementara penasihat keuangan dapat membantumu melalui proses pelunasan utang. Hiduplah dengan seminimnya utang, hiduplah dengan bebas stres!

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Bayu D. Wicaksono
EditorBayu D. Wicaksono
Follow Us

Latest in Business

See More

Artikel reviewed coba

22 Des 2025, 12:01 WIBBusiness
ss_8d23b9dd754ae8d287c0588641f169abe8acb86a.1920x1080.jpg

Ciba artikel table

15 Des 2025, 13:53 WIBBusiness
rthtrh

coba test lagi lagi

09 Des 2025, 14:57 WIBBusiness
ss_df1de01f93f61bd30d64e6206b606d0a15cb485f.1920x1080.jpg

test artikel lagi

09 Des 2025, 14:54 WIBBusiness
02.jpg

test artikel

09 Des 2025, 14:51 WIBBusiness
GVq5Zpna8AAQq-M.jpg

artikel community 2

01 Des 2025, 15:17 WIBBusiness
E_8IbBkVIAk8LeP.jpg

artikel community 3

28 Nov 2025, 15:16 WIBBusiness
ss_edfd360b92d6f9b983b759fd837e664b86cd9563.1920x1080.jpg

Cek carousel

24 Nov 2025, 10:02 WIBBusiness
ss_0b9594934db8a1457c915e200f9d0d9b447a3df4.1920x1080.jpg

Artikel test data

21 Nov 2025, 13:41 WIBBusiness
Nulla facilisi

dwedwe

19 Nov 2025, 14:39 WIBBusiness