Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Yes! Nilai Indeks Pembangunan Manusia Indonesia Naik

Laporan IPM 2019/Doc.Istimewa
Laporan IPM 2019/Doc.Istimewa

Jakarta, IDN Times - Program Pembangunan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), United Nations Development Program (UNDP), merilis laporan yang digelar di Djakarta Theater, Jakarta Pusat, Senin 10 Desember 2019 lalu.

Laporan tersebut menjelaskan bahwa Indonesia berhasil masuk ke dalam jajaran negara-negara di dunia dengan pembangunan manusia yang tinggi.

1. Kawasan Asia-Pasifik mengalami peningkatan paling tajam

Laporan IPM 2019/Doc.Istimewa
Laporan IPM 2019/Doc.Istimewa

Asia Pasifik terdepan di dunia dalam akses ke internet broadband, kawasan ini juga mengejar negara-negara maju dalam beberapa hal, seperti, harapan hidup, pendidikan, dan akses perawatan kesehatan.

Namun kawasan Asia-Pasifik dihambat oleh kemiskinan multidimensi yang luas dan rentan terhadap serangkaian ketimpangan baru yang muncul soal pendidikan tinggi dan ketahanan iklim.

2. Nilai Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Indonesia meningkat

Laporan IPM 2019/Doc.Istimewa
Laporan IPM 2019/Doc.Istimewa

UNDP memberikan nilai sebesar 0,707 untuk Indonesia pada 2018, nilai ini menempatkan Indonesia ke dalam kategori pembangunan manusia yang tinggi dengan posisi 111 dari 189 negara dan wilayah.

“Masuk kelompok negara dengan status pembangunan tinggi adalah tonggak bersejarah bagi Indonesia. Prestasi ini adalah hasil dari komitmen nasional yang kuat untuk pembangunan manusia, yang tidak hanya mencakup pertumbuhan ekonomi tetapi juga kesejahteraan masyarakat, khususnya kesehatan dan pendidikan yang diukur oleh IPM,” ucap Kepala Perwakilan UNDP Indonesia Christophe Bahuet.

3. Tetap mengantisipasi terjadinya ketimpangan

Laporan IPM 2019/Doc.Istimewa
Laporan IPM 2019/Doc.Istimewa

Christophe mengatakan hasil dari laporan ini memberikan alarm kepada Indonesia untuk mengantisipasi ketimpangan baru di masa yang akan datang.

Pasalnya, 17,4 persen dari nilai IPM Indonesia hilang karena ketimpangan, lebih besar dibandingkan dengan sebagian besar negara tetangga di Asia Timur dan Pasifik (penurunan rata-rata untuk wilayah ini adalah 16,6 persen).

Ini menegaskan bahwa ketimpangan tetap menjadi tantangan bagi Indonesia meskipun mengalami kemajuan ekonomi dan Pemerintah Indonesia telah berusaha untuk memastikan agar manfaat pembangunan ekonomi tersebar luas dan mencapai yang terpinggir terlebih dahulu.

Baca artikel menarik lainnya di IDN Times App, unduh di sini http://onelink.to/s2mwkb

Share
Topics
Editorial Team
Denny Adhietya Febrian
EditorDenny Adhietya Febrian
Follow Us