Untuk mempromosikan produk-produk unggulan tersebut, pihaknya terus membina dan memperkuat kelompok informasi masyarakat (KIM) di berbagai desa/kampung di kabupaten/kota di NTB.
Salah satu contoh produk unggulan NTB yang sudah berhasil sukses, kata Aryadi, yakni produk herbal jamu kesehatan yang diberi merek "Produk Moringa Kidom". Produk itu milik usaha Nasrin H. Muhtar, pria asal Kilo Kabupaten Dompu yang berhasil mengolah daun "kelor" menjadi produk herbal jamu kesehatan. Kini pria kreatif tersebut telah memiliki 5 produk jamu herbal dari kelor yang mulai dikirim ke pasar nasional dan global.
"Untuk memasarkan produknya, Nasrin mulai akrab menggunakan internet dan media sosial. Bahkan ia juga sudah berbagung dengan Alibaba.com, sebuah marketplace global," ujarnya.
Selain Nasrin, terdapat sederet generasi kampung yang juga memasarkan produknya melalui dunia digital. Sebut saja Janatan, seorang pemuda yang didaulat menjadi Ketua Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) di Tete Batu. Ia memasarkannya secara online.
Upayanya itu membuahkan hasil. Di saat beberapa objek wisata lain seperti Sembalun dan Rinjani sepi pengunjung, objek wisata Tete Batu yang dikelolanya tetap ramai. Begitu pula dengan produk lain seperti kopi asal Desa Sajang dan Asa Green, merek dagang untuk pupuk organik telah mampu dijual hingga ke konsumen luar negeri.