Jakarta, IDN Times - PT Bank Rakyat Indonesia Tbk mencatatkan laba bersih sebesar Rp16,16 triliun atau tumbuh 8,19 persen. Angka ini melambat dibandingkan periode yang sama pada 2018 yang tumbuh 11 persen (year on year/yoy).
Direktur Utama BRI Suprajarto, menjelaskan lambatnya pertumbuhan laba tersebut, lantaran perseroan harus menanggung beban dari kinerja anak usaha yang baru saja diakuisisi.
"Kenapa 8 persen? karena terbeban anak perusahaan, itu ada di anak usaha yang baru kita akuisisi dan banyak masalah disana. Tapi itu sudah dalam perhitungan valuasi pada saat kita ambil," katanya di Gedung BRI, Jakarta Pusat, Rabu (14/8).
