Karena perlambatan ekspor dan investasi, pertumbuhan ekonomi semakin bertumpu pada sektor konsumsi rumah tangga, yang pada triwulan I porsinya mencapai 56,82 persen dengan laju pertumbuhan 5,01 persen year on year. Agar laju konsumsi rumah tangga tetap stabil diperlukan upaya pengendalian inflasi secara maksimal oleh pemerintah.
“Tanda-tanda lonjakan harga sudah dimulai sejak bulan April ini seiring momentum puasa dan lebaran. Oleh karena itu, perlu segera dilakukan upaya-upaya pengendalian inflasi agar daya beli masyarakat dapat stabil, sehingga konsumsi rumah tangga tidak mengalami stagnansi,” jelas Tauhid.
Sebagai catatan, beberapa komoditas yang mengalami kenaikan harga pada April 2019, antara lain bawang merah, bawang putih, cabai merah, tarif kontrak rumah, tarif angkutan udara, telur ayam ras, tomat sayur, melon, tomat, cabai rawit, rokok kretek filter, tarif sewa rumah, dan mobil. Sementara komoditas yang mengalami penurunan harga, antara lain: beras, tarif listrik. daging ayam ras, dan ikan segar.