Jakarta, IDN Times - Maskapai penerbangan Sriwijaya Air tengah berpolemik dengan Garuda Indonesia. Pada 7 November lalu, Garuda Indonesia kembali memutuskan kerja sama dengan Sriwijaya Air Group. Perusahaan pelat merah tersebut mengungkap ‘bercerai’ kembali karena beberapa hal yang belum diselesaikan.
Gapura Angkasa juga menghentikan layanan kebandarudaraan seperti ground handling dan penunjang penerbangan ke maskapai Sriwijaya Air dan Nam Air terhitung mulai 6 November 2019. Alasannya, Sriwijaya Air dan Nam Air belum memenuhi kewajibannya kepada Gapura Angkasa. Pada akhirnya, kedua maskapai itu tetap melanjutkan kerja sama manajemen untuk tiga bulan ke depan.
Sebelum berpolemik, Sriwijaya Air sempat malang melintang di dunia penerbangan. Seperti apa perjalanan bisnisnya? Berikut hasil penelusuran IDN Times dari berbagai sumber.
