Karena berbahayanya praktik kebocoran data itu, maka organisasi nirlaba DigitalReach dan SAFEnet kemudian menuntut manajemen Lion Air untuk:
(1) Lion Air dan anak perusahaannya harus menyelidiki insiden tersebut secara menyeluruh dengan upaya untuk melindungi informasi pribadi pelanggan. Investigasi menyeluruh akan membantu perusahaan untuk memahami penyebab dari kebocoran data dan apa kelemahan dalam keamanan sibernya sehingga perusahaan dapat mencari bantuan dari para ahli untuk mencegah insiden yang sama terjadi lagi.
Hasil investigasi juga harus diungkap kepada publik untuk memastikan upaya perusahaan dalam perlindungan data pribadi.
(2) Lion Air dan anak perusahaannya harus mengungkapkan bagaimana perusahaan telah menghapus data yang bocor dari platform daring yang memuat data tersebut. Perusahaan harus bekerja dengan para pakar keamanan siber untuk menyelidiki ke mana data yang bocor masuk sebanyak mungkin termasuk forum di Dark Web.
Ini untuk mengurangi kekhawatiran konsumen dan untuk memastikan bahwa data pribadi konsumen yang terkena dampak telah ditangani secara profesional.
(3) Lion Air dan anak perusahaannya harus mendiskusikan solusi yang memungkinkan bagi konsumen yang terkena dampak dengan para ahli. Perusahaan harus memahami bahwa efek dari kebocoran data dapat memiliki efek jangka panjang pada individu yang terkena dampak karena data mereka dapat digunakan dalam aktivitas kriminal.
(4) Lion Air dan anak perusahaannya harus mengungkapkan kepada publik tentang bagaimana perusahaan berencana untuk mencegah insiden tersebut terjadi lagi di masa depan. Dalam hal ini, kami mendorong perusahaan untuk secara serius mengambil upaya untuk mengamankan databasenya untuk melindungi informasi pribadi konsumen mereka.
(5) Pemerintah Thailand, Malaysia, dan Indonesia harus menyelidiki kebocoran data Lion Air ini dan perlu mengevaluasi bagaimana Lion Air dan anak perusahaannya akan menangani insiden pelanggaran data mereka