Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Rindekraf, Langkah Strategis Tingkatkan Ekonomi Kreatif Indonesia

IDN Times/Helmi Shemi
IDN Times/Helmi Shemi

Jakarta, IDN Times - Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) mulai mensosialisasikan Peraturan Presiden No.142/2018 tentang Rencana Induk Ekonomi Kreatif (Rindekraf) Tahun 2018-2025. Sosialisasi berlangsung selama dua hari di Jakarta, mulai Senin (15/7/2019) hingga hari ini, Selasa (16/7).

“Setelah inpres 6/2009 berakhir perlu ada kebijakan pengembangan ekonomi kreatif. Lalu atas usulan Kemenko Perekonomian, Bekraf mendorong penyususann kebijakan ekonomi kreatif yang bersifat nasional, inklusif, komprehensif yang mengatur rencana dan strategi ekonomi kreatif,” kata Kepala Bekraf Triawan Munaf di gedung Perpusatakaan Nasional, Jakarta, Senin (15/7).

Seperti apa latar belakang adanya Rindekraf ini, bentuk, apa yang akan dilakukan dari perpres ini dan apa yang akan didapatkan pelaku ekonomi kreatif nantinya?

1. Alasan dibuatnya Rindekraf

IDN Times/Helmi Shemi
IDN Times/Helmi Shemi

Ada berbagai alasan kenapa Rendekraf dibuat. Dilihat secara ekonomi, menurut data Badan Pusat Statistik (BPS),  Produk domestik bruto (PDB) ekonomi kreatif pada 2017 mencapai Rp1.000 triliun, Rp1.100 triliun di tahun 2018. Tahun 2019 diprediksi menjadi Rp1.211 triliun, atau naik 9,6 peren dari tahun sebelumnya.

Ekonomi kreatif juga menyerap 16,91 juta jiwa tenaga kerja, 14,28 persen dari tenaga kerja 2016. Sementara wilayah ekspor US$19,8 miliar, menyumbagkan 12,96 persen terhadap total eskpor tahun 2017.

Untuk itu Rindekraf hadir untuk mendorong partisipasi pemerintah daerah dalam pengembangan ekonomi kreatif, memperkuat keterpaduan seluruh pemangku kepentingan dalam pengembangan ekonomi kreatif dan sebagai kerangka strategis pengembangan ekonomi kreatif nasional dalam jangka panjang.

“Intinya menjadi pedoman bagi pemerintah dan pemda dalam melaksanakan pengembangan ekonomi kreatif,” ucap Triawan.

2. Rindekraf punya 2 fokus misi dan 12 arah kebijakan

instagram.com/marchellafp
instagram.com/marchellafp

Ekonomi kreatif sebagai penggerak utama pertumbuhan ekonomi nasional menjadi misi utama Bekraf yang dibagi menjadi dua yakni pemberdayaan sumber daya manusia (SDM) dan pengembangan usaha yang berdaya saing. Sedang arah kebijakan Rindekraf ada 12 poin.

IDN Times/Arief Rahmat
IDN Times/Arief Rahmat

3. Pengembangan Rindekraf melalui riset dan pendidikan

IDN Times/Helmi Shemi
IDN Times/Helmi Shemi

Pengembangan riset dapat dilakukan oleh lembaga penelitian dan pengembangan, perguruan tinggi, dan/atau masyarakat. Hasil pengembangan riset digunakan sebagai penyusunan kebijakan di bidang ekonomi kreatif.

Dalam pendidikan, sistem pengembangan ekonomi kreatif disusun untuk menciptakan kualitas pemangku kepentingan ekonomi kreatif yang mampu bersaing dalam skala global. Seperti, pendidikan melalui intrakurikuler, kokurikuler, atau ekstrakurikuler dalam jalur pendidikan formal. Pendidikan itu sejak pendidikan usia dini hingga pendidikan tinggi berdasarkan sistem pendidikan nasional sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

4. Tantangan Bekraf dalam pengembangan ekonomi kreatif

instagram.com/chandraliow
instagram.com/chandraliow

Triawan menyebut sumber daya manusia (SDM) sempat menjadi tantangan dalam memajukan ekonomi kreatif. Namun kini SDM sudah mendapatkan solusi berupa pemberdayaan pelaku ekonomi kreatif.

“Kedua peningkatan infrastruktur ini yang paling sulit. Nanti pemandu kepentingan diarahkan pada pengembangan kota kreatif untuk menumbuhkembangkan, memanfaatkan dan mengelola kreativitas. Tantangan lain adalah penyediaaan teknologi infrastruktur yang memadai,” ujarnya.

Reformasi birokrasi dan peningkatan ekspor juga menjadi tantangan bagi Bekraf.

“Ada beberapa arah kebijakan yang mendukung, antara lain penguatan iklim usaha yang kondusif, peningkatan pemasaran industri kreatif di dalam dan luar negeri, membantu pelaku ekonomi kreatif mempromosikan di luar negeri,” kata Triawan.

Untuk promosi, Triawan menekankan pelaku ekonomi kreatif harus mendistribusikan dulu karya atau produknya untuk mendapat bantuan dari pemerintah.

“Jadi mereka harus menyelesaikan dulu pekerjaan rumahnya, baru kita bantu promosinya. Karena mereka merasa promosi ini sangat penting dan mereka tidak punya dana yang cukup,” jelasnya.

Terakhir adalah tantangan peningkatan perlindungan dan pemanfataan sumber daya alam sebagai bahan baku sebagai usaha ekonomi kreatif.

Share
Topics
Editorial Team
Helmi Shemi
EditorHelmi Shemi
Follow Us

Latest in Business

See More

[QUIZ] Jawab Pertanyaan Ini, Kami Tahu Inspirasi Taman Depan Rumahmu!

09 Jan 2026, 09:36 WIBBusiness
SLL-Surely-Tomorrow_PR-Still_Release-Date-Sept-09-2025-NO-RELEASE-BEFORE-JTBC-1366x2048.jpg

The Shawshank Redemption

07 Jan 2026, 11:41 WIBBusiness
surely-tomorrow-still (1).jpg

Artikel reviewed coba

22 Des 2025, 12:01 WIBBusiness
surely-tomorrow-still (1).jpg

artikel coba

18 Des 2025, 00:00 WIBBusiness
ss_8d23b9dd754ae8d287c0588641f169abe8acb86a.1920x1080.jpg

Ciba artikel table

15 Des 2025, 13:53 WIBBusiness
rthtrh

coba test lagi lagi

09 Des 2025, 14:57 WIBBusiness
ss_df1de01f93f61bd30d64e6206b606d0a15cb485f.1920x1080.jpg

test artikel lagi

09 Des 2025, 14:54 WIBBusiness
02.jpg

test artikel

09 Des 2025, 14:51 WIBBusiness
GVq5Zpna8AAQq-M.jpg

artikel community 2

01 Des 2025, 15:17 WIBBusiness
E_8IbBkVIAk8LeP.jpg

artikel community 3

28 Nov 2025, 15:16 WIBBusiness
ss_edfd360b92d6f9b983b759fd837e664b86cd9563.1920x1080.jpg

Cek carousel

24 Nov 2025, 10:02 WIBBusiness