Surakarta, IDN Times — Pernahkah kamu membayangkan ke mana perginya belasan rangkaian Kereta Rel Listrik (KRL) Commuter Line Solo–Jogja setelah menyelesaikan tugasnya di malam hari?
Setiap harinya, KRL beroperasi melayani ribuan penglaju dari pagi buta hingga sekitar pukul 22.00 WIB. Begitu penumpang terakhir turun dan suasana stasiun mulai sepi, gerbong-gerbong kereta listrik ini tidak begitu saja parkir di sembarang peron. Mereka memiliki "rumah" peristirahatan khusus untuk beristirahat, dirawat, dan bersiap menyambut jadwal keberangkatan esok hari.
Penasaran di mana 'rumah' rahasia KRL Solo–Jogja dan apa saja yang terjadi di sana saat kita tertidur lelap? Yuk, simak ulasan ala IDN Times berikut ini, Lur!
Sebagai stasiun paling ujung timur dalam rute KRL Solo–Jogja, Stasiun Palur memegang peranan vital sebagai kantong peristirahatan (stabling track).
Begitu rangkaian KRL jadwal paling malam tiba di Palur, kereta tidak dikembalikan kosong ke arah Jogja. Rangkaian tersebut akan dimundurkan ke jalur stabling khusus yang telah terhubung dengan jaringan Listrik Aliran Atas (LAA).
Langkah ini dilakukan agar KRL jadwal paling pagi (pukul 05.00 WIB) bisa langsung siap melayani penumpang dari Stasiun Palur tanpa membuang waktu perjalanan kirim rangkaian.
