ipsnews.net/Nasseem Ackbarally
Direktur Eksekutif Asosiasi Gula Indonesia (AGI), Budi Hidayat menyatakan bahwa tren 20 tahun terakhir produksi, produktivitas, rendemen dan luas lahan semakin menurun. Minat petani untuk menanam tebu juga ikut turun.
Tidak banyak lagi subsidi yang diberikan pada petani tebu. Kredit pola KKPE (Kredit Ketahanan Pangan dan Energi) yang semula longgar sekarang diganti KUR (Kredit Usaha Rakyat) yang prosedurnya rumit. "Dukungan Kementan juga kurang karena kalah oleh Pajale. Karena itu KUR perlu lebih dipermudah seperti KKPE," katanya.
Pengamat pergulaan Agus Pakpahan menyatakan sebenarnya di Indonesia ada pabrik gula (PG) bagus yang bisa dijadikan contoh yaitu PG Kebon Agung. "Pengalaman PG Kebon Agung melakukan revitalisasi dan membina petani bisa dijadikan acuan oleh pabrik lainnya, tetapi sayang pengalaman bagus ini tidak menular," kata Prof Riset Balitbangtan itu.