Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Presiden Malu Impor Cangkul, Pengamat: Tamparan Keras untuk Airlangga

Menteri Koordinator bidang Perekonomian Airlangga Hartarto. (IDN Times/Teatrika Handiko Putri)
Menteri Koordinator bidang Perekonomian Airlangga Hartarto. (IDN Times/Teatrika Handiko Putri)

Jakarta, IDN Times - Presiden Joko ‘Jokowi’ Widodo sempat dongkol dengan fakta bahwa Indonesia masih impor alat pertanian cangkul yang sebenarnya bisa dibuat di dalam negeri. Direktur Pusat Kajian Komunikasi Politik Indonesia (PKKPI) Gede Munanto menilai ungkapan kekecewaan Jokowi adalah tamparan keras untuk Menko Airlangga Hartarto--yang menjabat sebagai Menteri Perindustrian pada saat impor tersebut dilakukan.

“Ini tamparan keras buat Airlangga Hartarto, Menko Perekonomian yang sebelumnya menjabat Menteri Perindustrian. Sebab, Jokowi mengungkap langsung ketidakmampuan industri RI di era Airlangga dalam menciptakan industri cangkul yang sebenarnya sangat sederhana,” katanya Gede lewat keterangan tertulisnya, Rabu (13/11).

1. Airlangga dinilai minim prestasi sebagai Menperin

IDN Times/Hana Adi Perdana
IDN Times/Hana Adi Perdana

Keluhan Presiden Jokowi tersebut, kata dia, menunjukkan yang bersangkutan memang minim prestasi sebagai Menteri Perindustrian.

"Kalaupun Airlangga kemudian dipilih Jokowi sebagai Menko Perekonomian hal tersebut lebih kepada bargaining position-nya sebagai Ketum Golkar. Bukan karena prestasi," ujar dia.

2. BPS sebut impor cangkul mencapai Rp1,30 miliar

(Ilustrasi cangkul) ANTARA FOTO/Anies Efzudin
(Ilustrasi cangkul) ANTARA FOTO/Anies Efzudin

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat Januari-Agustus 2019, impor cangkul mencapai US$93.155 atau setara dengan Rp1,30 miliar (asumsi kurs Rp14.000/US$), dengan volume 210.575 kilogram atau 210 ton.

Sedangkan berdasarkan data terbaru BPS, impor cangkul sepanjang Januari-September 2019 senilai US$101.690 dengan total berat 268,2 ton, alias tak ada kenaikan yang signifikan. Besarannya sebesar Rp1,42 miliar.

3. Presiden Jokowi sindir pacul impor di Rapat Koordinasi Nasional Pengadaan Barang/Jasa

ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay
ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo meminta Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP) untuk memprioritaskan barang produksi dalam negeri ketimbang barang impor. Apalagi, jika memang industri dalam negeri bisa memproduksi barang tersebut.

"Misalnya urusan pacul, cangkul, masa masih impor?" kata Jokowi saat membuka Rapat Koordinasi Nasional Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah Tahun 2019, Rabu (6/11).

Share
Topics
Editorial Team
Anata Siregar
EditorAnata Siregar
Follow Us

Latest in Business

See More

[QUIZ] Jawab Pertanyaan Ini, Kami Tahu Inspirasi Taman Depan Rumahmu!

09 Jan 2026, 09:36 WIBBusiness
SLL-Surely-Tomorrow_PR-Still_Release-Date-Sept-09-2025-NO-RELEASE-BEFORE-JTBC-1366x2048.jpg

The Shawshank Redemption

07 Jan 2026, 11:41 WIBBusiness
surely-tomorrow-still (1).jpg

Artikel reviewed coba

22 Des 2025, 12:01 WIBBusiness
surely-tomorrow-still (1).jpg

artikel coba

18 Des 2025, 00:00 WIBBusiness
ss_8d23b9dd754ae8d287c0588641f169abe8acb86a.1920x1080.jpg

Ciba artikel table

15 Des 2025, 13:53 WIBBusiness
rthtrh

coba test lagi lagi

09 Des 2025, 14:57 WIBBusiness
ss_df1de01f93f61bd30d64e6206b606d0a15cb485f.1920x1080.jpg

test artikel lagi

09 Des 2025, 14:54 WIBBusiness
02.jpg

test artikel

09 Des 2025, 14:51 WIBBusiness
GVq5Zpna8AAQq-M.jpg

artikel community 2

01 Des 2025, 15:17 WIBBusiness
E_8IbBkVIAk8LeP.jpg

artikel community 3

28 Nov 2025, 15:16 WIBBusiness
ss_edfd360b92d6f9b983b759fd837e664b86cd9563.1920x1080.jpg

Cek carousel

24 Nov 2025, 10:02 WIBBusiness