Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
IDN Times/Fariz Fardianto
IDN Times/Fariz Fardianto

Jakarta, IDN Times - Pakar Transportasi Universitas Soegijapranata, Djoko Setijowarno memprediksi potensi transaksi pemudik bisa mencapai Rp10,3 triliun untuk berbelanja di lokasi mudik dan Rp6 triliun untuk biaya transportasi.

"Potensi ini mesti dimanfaatkan oleh daerah-daerah yang dilalui Tol Trans - Jawa, salah satunya dengan menyiapkan fasilitas area istirahat di kota atau kabupaten tersebut," ujarnya melalui pesan singkat yang diterima IDN Media, Senin (6/5).

1. BUJT harus aktif edukasi pemudik manfaatkan rest area

ANTARA FOTO/Risky Andrianto

Menurut Djoko Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) harus lebih aktif mengedukasi pemudik agar beristirahat di luar jalan tol atau di daerah yang dilalui jalan tol. Selain itu, operator jalan tol juga harus menyiapkan sistem yang membuat pemudik tidak perlu membayar saat keluar atau masuk di salah satu pintu Tol Trans-Jawa untuk istirahat di daerah tersebut.

"Hal ini dilakukan untuk mendorong pemudik memanfaatkan daerah yang dilalui jalan tol sebagai tempat istirahat dan menghindari macet di dekat rest area," imbuhnya.

2. Gerbang Tol Salatiga sediakan rest area

instagram.com/tik.a/

Djoko memperkirakan potensi kemacetan karena antrian kendaraan yang akan masuk rest area bisa terjadi di jalan tol. Dia mencontohkan gerbang Tol Salatiga dapat menjadi yang menyediakan area untuk istirahat pemudik dekat dengan pintu tol.

"Di gerbang Tol Salatiga sudah menyiapkan rest area yang berjarak 200 sampai 300 meter dari pintu tol," imbuhnya.

3. BUJT sediakan rambu rest area

Gerbang Tol Penjompongan

Djoko juga meminta agar BUJT memberikan petunjuk rambu rest area alternatif di luar jalan tol. Upaya tersebut bisa menjadi peluang bagi daerah untuk mengembangkan ekonomi lokal.

"Direktur Jenderal Perhubungan Darat juga harus membatasi pemudik berada di rest area. Sehingga, perlu ada instrumen untuk mengatur waktu tersebut. Misanya disediakan gate elektronik yang bisa mencatat keluar masuk kendaraa, jika melebihi batas waktu dikenakan tarif yang cukup tinggi," paparnya.

4. Pemudik diprediksi capai 18,2 juta jiwa

ANTARA FOTO/Budi Candra Setya

Djoko menambahkan menurut Badan Litbang Perhubungan pemudik pada 2019 diprediksi capai 18,2 juta orang. Jumlah itu berasal dari Banten, Jabodetabek dan Bandung Raya. Pasalnya ketiga wilayah ini menjadi lokasi keberangkatan pemudik terbesar di Indonesia yang paling banyak perantaunya.

Dari Jabodetabek, tujuan mudik terbanyak ialah ke Jawa Tengah yakni sebanyak 5,6 juta, Jawa Barat 3,7 juta, dan Jawa Timur 1,7 juta. "Moda pilihan terbesar menggunakan mobil pribadi 4,3 orang, bus ekonomi 2,4 juta dan bus eksekutif 2,1 juta," ucapnya.

Editorial Team