Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Pertumbuhan Ekonomi 5,3 Persen, Apa Dampaknya ke Warga Miskin?

IDN Times/Arief Rahmat
IDN Times/Arief Rahmat

Jakarta, IDN Times - Kemiskinan di Indonesia akan semakin naik jika pemerintah tidak mengoreksi proyeksi pertumbuhan ekonomi tahun depan sebesar 5,3 persen.

Jika pemerintah mengikuti saran proyeksi pertumbuhan ekonomi dari Institute for Development of Economics and Finance (Indef) sebesar 4,8 persen, maka kemiskinan di Indonesia bisa semakin menurun.

"Tentu saya lihat pertumbuhan penurunan kemiskinan akan jauh lebih besar (jika pemerintah mengoreksi pertumbuhan ekonomi), jadi kemiskinan turun tapi tidak sedasar sebelum-sebelumnya," kata Direktur Eksekutir Indef Tauhid Ahmad di Jakarta, Selasa (26/11).

1. Daya beli masyarakat akan semakin turun di 2020

IDN Times/Dwifantya Aquina
IDN Times/Dwifantya Aquina

Tauhid mengatakan faktor inflasi di komoditas pangan tetap terjadi, sementara daya beli masyarakat cenderung turun di 2020. "Kami lihat growth bukan nominal dan perlu perhatian untuk dampak ke kemiskinan," katanya.

Hal itu terjadi karena adanya kenaikan sejumlah barang seperti BPJS Kesehatan, listrik, BBM dan lain sebagainya.

"Kebutuhan hidup meningkat karena pendapatan relatif turun, maka masyarakat miskin semakin tinggi," ujarnya.

2. Bantuan sosial bukan solusi menurunkan kemiskinan

IDN Times/Yogie Fadila
IDN Times/Yogie Fadila

Bantuan sosial (bansos) yang diberikan ke masyarakat tidak bisa menjadi solusi pengentasan kemiskinan. Justru bansos hanya akan membuat tingkat kemiskinan bertambah.

"Jadi diberikan bansos agar level kemiskinan tidak meningkat tapi bukan untuk menurunkan kemiskinan," kata Tauhid.

Pada APBN 2020, pemerintah mengalokasikan anggaran bansos mencapai Rp102,9 triliun atau meningkat 3,3 persen dari outlook realisasi anggaran bansos pada APBN 2019, Rp99,6 triliun. Pemerintah melalui Kementerian Sosial juga memastikan indeks dana bantuan sosial pada 2020 akan meningkat menjadi Rp150 ribu per keluarga per bulan.

3. Bahaya pemberian bansos secara rutin

Berbeda pada zaman pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono yang kala itu memberikan bansos secara momentum di kala ada kenaikan harga. Di era Presiden Joko Widodo, bansos diberikan secara rutin. Sehingga uang yang dimiliki masyarakat tidak bisa dibelanjakan untuk hal lain.

"Dia sudah jadi hal yang nature konsumsi dia. Karena sudah rutin, uang yang dimiliki masyarakat miskin justru tidak bisa digunakan hal yang lain. Ini perlu dikoreksi," ujarnya.

4. Masyarakat yang terpaksa mengurangi belanja

Bekas pusat perbelanjaan Gedung Hero Palembang (IDN Times/Feny Maulia Agustin)
Bekas pusat perbelanjaan Gedung Hero Palembang (IDN Times/Feny Maulia Agustin)

Dengan berbagai kenaikan harga barang di 2020, Tauhid menilai masyarakat akan mulai mengurangi belanja tidak perlu. Seperti menurunkan kelas di BPJS Kesehatan yang awalnya kelas dua menjadi kelas tiga.

"Atau yang kelas 3 akhirnya masuk kelompok miskin sehingga dia mendapat masuk ke PBI (Penerima Bantuan Iuran) yang tidak bayar. Tapi kan jadi beban pemerintah. otomatis dengan situasi tersebut kemampuan masyarakat untuk belanja hal lain semakin menurun," ujar Tauhid.

 

Share
Topics
Editorial Team
Helmi Shemi
EditorHelmi Shemi
Follow Us

Latest in Business

See More

Artikel reviewed coba

22 Des 2025, 12:01 WIBBusiness
ss_8d23b9dd754ae8d287c0588641f169abe8acb86a.1920x1080.jpg

Ciba artikel table

15 Des 2025, 13:53 WIBBusiness
rthtrh

coba test lagi lagi

09 Des 2025, 14:57 WIBBusiness
ss_df1de01f93f61bd30d64e6206b606d0a15cb485f.1920x1080.jpg

test artikel lagi

09 Des 2025, 14:54 WIBBusiness
02.jpg

test artikel

09 Des 2025, 14:51 WIBBusiness
GVq5Zpna8AAQq-M.jpg

artikel community 2

01 Des 2025, 15:17 WIBBusiness
E_8IbBkVIAk8LeP.jpg

artikel community 3

28 Nov 2025, 15:16 WIBBusiness
ss_edfd360b92d6f9b983b759fd837e664b86cd9563.1920x1080.jpg

Cek carousel

24 Nov 2025, 10:02 WIBBusiness
ss_0b9594934db8a1457c915e200f9d0d9b447a3df4.1920x1080.jpg

Artikel test data

21 Nov 2025, 13:41 WIBBusiness
Nulla facilisi

dwedwe

19 Nov 2025, 14:39 WIBBusiness