Pernah di KSP, Ini Jabatan Eks Petinggi Jiwasraya Harry Prasetyo

Jakarta, IDN Times - Nama mantan petinggi PT Asuransi Jiwasraya (Persero) Harry Prasetyo menjadi perbincangan di mana-mana saat ini. Selain karena masuk ke dalam daftar cekal oleh Kejaksaan Agung, nama Harry juga diperbincangkan lantaran disebut pernah masuk ke dalam lingkaran Istana.
Lalu, apa jabatan Harry di Kantor Staf Presiden ya?
1. Posisi Harry setara eselon 1B, berada di bawah deputi

Deputi IV bidang Komunikasi Politik dan Diseminasi Informasi periode 2015-2019, Eko Sulistyo mengaku belum mengenal baik sosok Harry saat berada di KSP. Sebab, Harry tak berada di bawahnya ketika di KSP.
"Harry setara dengan eselon 1B di bawah Deputi III yaitu bidang Ekonomi Strategis," kepada IDN Times, Senin (30/12).
2. Harry berada di bawah Denni Purbasari

"Dia (Harry) di bawah atau tenaga ahli utama di Kedeputian III bidang ekonomi strategis. Deputinya Ibu Denni Purbasari," ujar Eko.
Oleh karena itu, Eko tidak mengetahui pasti apa saja yang dikerjakan oleh Harry saat berada di KSP. "Saya kurang tahu karena dia ada di bawah Bu Denni," ucapnya.
3. Moeldoko akui KSP kecolongan pekerjakan Harry

Meski pernah Harry pernah bekerja di KSP, Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko mengaku pihaknya juga kecolongan. Tak hanya itu, pihak Istana pun tak mengetahui bahwa ternyata Harry pernah bekerja di KSP.
"Jadi tidak ada Moeldoko melindungi, Istana melindungi, apalagi Istana. Moeldoko tidak ada melindungi, KSP sama sekali tidak, apalagi Istana. Istana saja gak ngerti kalau Pak Harry di sini," ungkap Moeldoko di Gedung KSP, Jakarta Pusat, Senin (23/12).
"Itulah penjelasannya, agar jangan nanti makin gak karu-karuan padahal sesungguhnya tidak seperti yang dalam bacaan yang membosankan itu," lanjutnya.
4. Moeldoko bantah KSP disebut melindungi Harry

Terkait tudingan bahwa KSP melindungi Harry, Moeldoko pun membantahnya. Moeldoko mengatakan baru kenal Harry saat di KSP.
"Saya baru kenal Pak Harry itu baru di KSP ini. Kan di sini dalam mencari SDM terbuka. Saya jelaskan bahwa Pak Harry kami rekrut setelah keluar dari Jiwasraya," kata Moeldoko.
Moeldoko menyampaikan, Harry direkrut oleh KSP setelah keluar dari Jiwasraya. Menurutnya, ketika bekerja di Jiwasraya, Harry memiliki catatan yang positif.
Kehadiran Harry di KSP, lanjut Moeldoko, merupakan inisiatif pribadi, dengan terlebih dahulu mengikuti seleksi. Ia pun membantah bahwa KSP sengaja melindungi Harry dari kasus Jiwasraya.
"KSP tidak melindungi. Apanya yang melindungi? Persoalannya saya juga gak ngerti, saya juga baru ngerti baru-baru ini. Apa yang saya lindungi? Gak," kata mantan Panglima TNI ini.
Baca artikel menarik lainnya di IDN Times App, unduh di sini http://onelink.to/s2mwkb