Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Penyatuan Dana Pensiun BUMN Tunggu Restu Sri Mulyani dan Jokowi

IDN Times / Auriga Agustina
IDN Times / Auriga Agustina

Jakarta, IDN Times - Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir berencana menyatukan dana pensiun yang selama ini dikelola di masing-masing perusahaan pelat merah. Staf Khusus Kementerian BUMN Arya Sinulingga menuturkan rencana ini harus menunggu restu Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati dan Presiden Joko "Jokowi" Widodo.

"Nanti disatukan semua tapi ini karena dia menyangkut keuangan jadi harus minta persetujuan Menkeu. Kalau Ibu Menteri nya setuju maka ini akan disatukan. Dan nantinya namanya dia akan digabungkan mau gak mau lewat persetujuan Pak Presiden," ujarnya Selasa (7/1) malam.

1. Jika dikelola secara profesional, dana pensiun akan berkembang

IDN Times / Auriga Agustina
IDN Times / Auriga Agustina

Arya mengatakan jika dikelola secara profesional, dana pensiun akan berkembang. Seperti halnya pengelolaan dana pensiun di Kanada.

"Di Kanada dana pensiun itu besar banget. Terbesar di dunia. Kita seharusnya juga bisa buat besar di samping itu dikelola secara profesional. Di internal kan juga kelola kita mau karena menyangkut dana pensiun BUMN maka dikelola profesional yang ngerti itu," ujarnya.

2. Dana pensiun yang dikelola oleh BUMN akan sangat besar

Ilustrasi uang
Ilustrasi uang

Kendati begitu, Arya belum bisa menyebut berapa dana pensiun yang dikelola BUMN. Namun, menurutnya dana pensiun itu sangat besar.

"Pertamina besar (dana pensiunnya). Banyak yang bikin rumah sakit dan lain-lain. Ini mau dikelola secara profesional," ujarnya.

3. Sebagai salah satu upaya agar kasus Jiwasraya tak terulang

(Gedung Asuransi Jiwa Jiwasraya, Cikini, Jakarta) IDN Times/Irfan Fathurohman
(Gedung Asuransi Jiwa Jiwasraya, Cikini, Jakarta) IDN Times/Irfan Fathurohman

Sebelumnya Erick Thohir menyebutkan langkah ini dilakukan sebagai salah satu bentuk agar kasus Jiwasraya tak terulang. Menurutnya, hal ini untuk mengantisipasi karyawan BUMN tidak menjadi korban.

"Dan yang kasihan tentu, bayangkan ya, pegawai-pegawai yang di BRI, Pertamina yang sudah bekerja puluhan tahun. Ketika mereka pensiun, dana pensiunnya tidak ada," ujarnya.

Baca artikel menarik lainnya di IDN Times App. Unduh di sini http://onelink.to/s2mwkb

Share
Topics
Editorial Team
Auriga Agustina
EditorAuriga Agustina
Follow Us

Latest in Business

See More

[QUIZ] Jawab Pertanyaan Ini, Kami Tahu Inspirasi Taman Depan Rumahmu!

09 Jan 2026, 09:36 WIBBusiness
SLL-Surely-Tomorrow_PR-Still_Release-Date-Sept-09-2025-NO-RELEASE-BEFORE-JTBC-1366x2048.jpg

The Shawshank Redemption

07 Jan 2026, 11:41 WIBBusiness
surely-tomorrow-still (1).jpg

Artikel reviewed coba

22 Des 2025, 12:01 WIBBusiness
surely-tomorrow-still (1).jpg

artikel coba

18 Des 2025, 00:00 WIBBusiness
ss_8d23b9dd754ae8d287c0588641f169abe8acb86a.1920x1080.jpg

Ciba artikel table

15 Des 2025, 13:53 WIBBusiness
rthtrh

coba test lagi lagi

09 Des 2025, 14:57 WIBBusiness
ss_df1de01f93f61bd30d64e6206b606d0a15cb485f.1920x1080.jpg

test artikel lagi

09 Des 2025, 14:54 WIBBusiness
02.jpg

test artikel

09 Des 2025, 14:51 WIBBusiness
GVq5Zpna8AAQq-M.jpg

artikel community 2

01 Des 2025, 15:17 WIBBusiness
E_8IbBkVIAk8LeP.jpg

artikel community 3

28 Nov 2025, 15:16 WIBBusiness
ss_edfd360b92d6f9b983b759fd837e664b86cd9563.1920x1080.jpg

Cek carousel

24 Nov 2025, 10:02 WIBBusiness