Jakarta, IDN Times - Direktur organisasi Eksekutif Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Enny Sri Hartati mengingatkan Presiden Joko 'Jokowi' Widodo bahaya dari pembiaran menteri di bidang ekonomi diisi oleh individu dari partai politik dan rangkap jabatan.
Ada enam posisi menteri di bidang ekonomi yang malah diberikan oleh Jokowi untuk diisi orang dari parpol. Mereka adalah Menteri Koordinator bidang perekonomian, Airlangga Hartarto (Golkar), Menteri Perindustrian, Agus Gumiwang (Golkar), Menteri Ketenagakerjaan, Ida Fauziah (PKB), Menteri Perdagangan, Agus Suparmanto (PKB), Menteri Kelautan dan Perikanan, Eddhy Prabowo (Partai Gerindra) dan Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (Partai NasDem).
Namun, posisi yang sangat sentral yakni Menko di bidang perekonomian tak bisa ditawar tidak boleh diisi oleh orang parpol. Airlangga diketahui merupakan Ketua Umum Partai Golkar yang pada Desember mendatang ikut dalam proses pencalonan kembali sebagai pucuk parpol berlambang pohon beringin itu.
"Tim ekonomi yang dipimpin Airlangga Hartarto cukup berat. Apalagi, Pak Menko ini maju sebagai calon ketum Partai Golkar," kata Enny dalam keterangan tertulisnya pada Sabtu (9/11).
Berikut menurut Enny alasan sebaiknya tim pembantu presiden di bidang ekonomi sebaiknya tak diisi oleh individu dari parpol.
