Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

OBOR, Ambisi Besar Tiongkok Kuasai Ekonomi Dunia

Facebook / boronebeltoneroad
Facebook / boronebeltoneroad

Jakarta, IDN Times – Oktober 2013, Presiden Tiongkok Xi Jinping menginisiasi pengembangan proyek One Belt One Road atau OBOR. Proyek ini adalah adaptasi modern Jalur Sutra dari Marco Polo pada masa lalu dengan Tiongkok sebagai satu kawasan utamanya. Nama OBOR kemudian berubah menjadi Belt and Road (BRI) atau Inisiatif Sabuk dan Jalan.

Proyek ini adalah suatu strategi pembangunan infrastruktur global yang berfokus pada konektivitas dan kerja sama antara negara-negara di Asia, Eropa, dan Afrika, terutama Republik Rakyat Tiongkok (RRT), Sabuk Ekonomi Jalur Sutra (SREB) berbasis daratan dan Jalur Sutra Maritim (MSR) lintas samudra.

1. Apa tujuan utama OBOR atau BRI?

IDN Times/Uni Lubis
IDN Times/Uni Lubis

Tujuan OBOR adalah agar Tiongkok bisa mengambil peran lebih besar dalam urusan global dengan sebuah jaringan perdagangan yang berpusat di negara tirai bambu itu. Direktur Eksekutif INDEF Tauhid Ahmad mengatakan BRI adalah sebuah kebijakan yang terencana dan bukan kebijakan tunggal.

“Mengingat kebijakan ini didasari oleh semangat Tiongkok untuk ekspansi ekonomi dan investasi ke seluruh dunia, termasuk Indonesia.  Ini dimulai dari Tiongkok mulai masuk dalam perdagangan bebas ASEAN,” kata Tauhid dalam sebuah diskusi.

Dalam tiga tahun terakhir, fokusnya adalah terutama pada investasi infrastruktur, material konstruksi, kereta api dan jalan raya, mobil, real estate, jaringan listrik, serta besi dan baja. Ke depannya Tiongkok tidak perlu khawatir dalam distribusi barang yang mereka hasilkan karena infrastrukturnya sudah terkoneksi dari negaranya menuju Eropa dan Asia, bahkan hingga ke Afrika.

2. Dua motivasi besar yang melandasi OBOR

ANTARA FOTO/REUTERS/Juan Medina
ANTARA FOTO/REUTERS/Juan Medina

Peneliti Associate INDEF Zulfikar Rakhmat menyebut dua motivasi besar Tiongkok melaksanakan OBOR atau BRI. Pertama yakni motivasi eksternal. Pendapat ini dimiliki oleh analis yang melihat Tiongkok dari luar.

“Mereka berkesimpulan bahwa BRI didirikan oleh Tiongkok sebagai political tool untuk menggapai hegemoni,” katanya.

Kedua adalah motivasi internal. Pendapat ini, lanjut Zulfikar dimiliki oleh para analis dalam domestik Tiongkok dan analis dari luar yang mengerti betul tentang keadaan Partai Komunis Tiongkok saat ini. Mereka beranggapan bahwa BRI adalah economic tool.

“Mereka melihat BRI adalah cara Tiongok untuk mengatasi beberapa masalah ekonomi yang sedang dihadapi. Paling siginifikan adalah masalah over-accumulation di industri bahan bangunan seperti baja, aspal, semen, besi, dan sebagainya yang perlu ‘dibuang keluar’ untuk mempertahankan ekonomi nya,” papar Zulfikar.

3. Isu-isu ekonomi yang melatarbelakangi OBOR

WhatsApp Image 2019-05-11 at 05.42.31.jpeg
WhatsApp Image 2019-05-11 at 05.42.31.jpeg

Zulfikar menjabarkan banyak permasalah atau isu yang melatarbelakangi Tiongkok membentuk program ini. Pertama adalah untuk merespon krisis finansial global dengan mendorong pemerintah daerah untuk meningkatkan daya saing industri mereka. “Hasilnya malah terjadi over-accummulation terutama di industri material bahan bangunan,” sebut Zulfikar.

Kedua adalah ketimpangan antara wilayah Tiongkok bagian timur dan barat yang semakin tinggi. Ketiga, tingginya pengangguran, dan kemiskinan.

“Masalah-masalah di atas akhirnya memberikan dampak yang negatif terhadap legitimasi kepemimpinan Partai Komunis Tiongkok dimana sejak beberapa tahun belakangan ini terjadi banyak sekali protes dan demonstrasi terhadap pemerintahan di Beijing yang membuat khawatir para pimpinan partai,” jelasnya.

4. Tujuan jangka pendek dan panjang OBOR

IDN Times/Uni Lubis
IDN Times/Uni Lubis

Untuk tujuan jangka pendek OBOR adalah mengatasi masalah-masalah ekonomi diatas dengan membangun investasi terutama di sektor infrastruktur di berbagai negara di dunia melalui kegiatan dalam negeri mereka baik secara ekonomi atau politik.

Untuk jangka panjang, hasil infrastruktur yang berbentuk seperti pelabuhan, bandara, dan jalan juga diharapkan dapat membantu perdagangan dan investasi Tiongkok di masa depan.

“Tidak bisa dipungkiri bahwa Tiongkok juga memiliki ambisi global political motive ke depannya. Tapi beberapa waktu belakangan ini kita lihat, bahwa Tiongkok sepertinya mencoba untuk menggapai ke-2 goal diatas secara bersamaan,” kata Zulfikar.

Share
Topics
Editorial Team
Helmi Shemi
EditorHelmi Shemi
Follow Us

Latest in Business

See More

[QUIZ] Jawab Pertanyaan Ini, Kami Tahu Inspirasi Taman Depan Rumahmu!

09 Jan 2026, 09:36 WIBBusiness
SLL-Surely-Tomorrow_PR-Still_Release-Date-Sept-09-2025-NO-RELEASE-BEFORE-JTBC-1366x2048.jpg

The Shawshank Redemption

07 Jan 2026, 11:41 WIBBusiness
surely-tomorrow-still (1).jpg

Artikel reviewed coba

22 Des 2025, 12:01 WIBBusiness
surely-tomorrow-still (1).jpg

artikel coba

18 Des 2025, 00:00 WIBBusiness
ss_8d23b9dd754ae8d287c0588641f169abe8acb86a.1920x1080.jpg

Ciba artikel table

15 Des 2025, 13:53 WIBBusiness
rthtrh

coba test lagi lagi

09 Des 2025, 14:57 WIBBusiness
ss_df1de01f93f61bd30d64e6206b606d0a15cb485f.1920x1080.jpg

test artikel lagi

09 Des 2025, 14:54 WIBBusiness
02.jpg

test artikel

09 Des 2025, 14:51 WIBBusiness
GVq5Zpna8AAQq-M.jpg

artikel community 2

01 Des 2025, 15:17 WIBBusiness
E_8IbBkVIAk8LeP.jpg

artikel community 3

28 Nov 2025, 15:16 WIBBusiness
ss_edfd360b92d6f9b983b759fd837e664b86cd9563.1920x1080.jpg

Cek carousel

24 Nov 2025, 10:02 WIBBusiness