Menteri PUPR: Bandara Halim Banjir karena Empang Meluap

Jakarta, IDN Times - Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengatakan landasan pacu di Bandara Halim Perdanakusuma banjir karena empang meluap. Pihaknya akan memperlebar drainase dari yang semula 20.000 meterkubik jadi 50.000 meterkubik.
"Sekarang kan dangkal cuma 2 meter, nanti kita jadikan 5 meter. Segera (dilakukan)," ujar Basuki di Jakarta, Senin (6/1).
1. Empang penuh dan meluap

Menurut Basuki, drainase yang dangkal itu meluap saat hujan deras di awal tahun. Akibatnya, landasan pacu terendam banjir.
"Itu karena ada landasan, ada saluran masuk ke empang. Empangnya penuh dan meluap. Kami perlebar sekarang," tegasnya.
2. Aktivitas di Bandara Halim Perdanakusuma sempat lumpuh

Diberitakan sebelumnya, hujan deras sejak Selasa (31/12) malam membuat aktivitas penerbangan di Bandara Halim Perdana Kusuma lumpuh. Komisaris Garuda Indonesia Herbert Timbo P Siahaan menyampaikan, Bandara Halim saat itu tidak bisa dilalui. "Yang mau landing dan take off via HLP pagi ini mohon ditunda karena landasan banjir," ujarnya Rabu (1/1).
Penutupan sementara Bandara Halim juga tertulis dalam Notam nomor A4730/19. "RWY 06/24 CLSD DUE TO STANDING WATER," tulis Notam tersebut.
3. Bandara Halim Perdanakusuma kembali normal pada 2 Januari 2020

Bandara Halim Perdanakusuma dinyatakan kembali normal pada Kamis, 2 Januari 2020.
“Hasil inspeksi dan assessmen di lapangan, runwaydan lampu sudah dapat berfungsi kembali. Sore ini Bandara Halim sudah dibuka dan besok sudah bisa operasi normal kembali,” kata Menteri Perhubungan Budi Karya melalui keterangan tertulis.
Akibat banjir itu, pesawat yang dapat beroperasi di Bandara Halim hanya pesawat bertipeA320 dan Boeing 737, sebab landasan pacu belum dapat berfungsi optimal menyusul masih ada genangan air di tepi landasan pacu.
Baca artikel menarik lainnya di IDN Times App, unduh di sini http://onelink.to/s2mwkb













