Merujuk data Badan Koordinasi Penanaman Modal (BPKM), angka investasi triwulan II tahun ini tumbuh 13,7 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Realisasi investasi itu didominasi sektor transportasi, gudang dan telekomunikasi sebesar 18 persen. Kemudian listrik, gas dan air sebesar 14,4 persen, lalu konstruksi 8,2 persen, industri makanan 8,1 persen.
Selama periode Januari-Juni 2019, realisasi penanaman modal dalam negeri (PMDN) di sektor makanan menduduki peringat keempat dari keseluruhan sektor dengan nilai Rp21,26 triliun. Sedangkan, PMA menduduki peringkat keenam dengan nilai realisasi US$706,7 juta.
Jika dibandingkan dengan sektor manufaktur lainnya, realisasi investasi industri makanan untuk PMDN merupakan yang tertinggi. Adapun untuk PMA, sektor ini hanya kalah dari industri logam dasar, barang logam bukan mesin, dan peralatannya. Sementara, realisasi investasi perumahan, kawasan industri serta perkantoran tercatat sebesar 7,8 persen.