Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Menteri Airlangga Sebut Sektor Manufaktur Perlu Waktu untuk Tumbuh

Menteri Airlangga Sebut Sektor Manufaktur Perlu Waktu untuk Tumbuh
IDN Times/Tunggul Kumoro

Jakarta, IDN Times - Menteri Perindustrian Airlangga Hartanto menyatakan pertumbuhan sektor manufaktur perlu waktu meski tingkat investasi tinggi. Terlebih, Kementerian Perindustrian baru saja menerbitkan beberapa kebijakan seperti super deduction tax dan tax holiday

"Efeknya tidak bisa instan, perlu waktu," kata Airlangga di kawasan Menteng Dalam, Jakarta Selatan, Sabtu (10/8).

1. Butuh waktu berapa lama?

Dok.IDN Times/Istimewa
Dok.IDN Times/Istimewa

Airlangga menyebut setidaknya butuh waktu dua hingga tiga tahun, mengacu pada waktu mendirikan sebuah pabrik hingga bisa melakukan ekspor. "Kita harapkan bisa terjadi peningkatan tapi kita dorong juga masyarakat industri ini confident dengan iklim investasi yang didorong pemerintah," ujarnya. 

"Realisasi bertahap karena bangun rumah aja 1 tahun apalagi bangun industri," imbuhnya.

2. Minat investor di sektor manufaktur tetap tinggi

industri tekstil dan garmen
industri tekstil dan garmen

Ketua Umum partai Golkar ini juga menyebut, berdasarkan data Badan Koordinasi Penanaman Modal (BPKM), sektor manufaktur tetap menjadi minat bagi investor. Ia membantah adanya pergeseran investor yang lebih tertarik ke sektor jasa. 

"Kalau kita lihat di BKPM sektornya manufaktur. Jadi minat di manufaktur tinggi," ucapnya. 

3. Pertumbuhan ekonomi sektor manufaktur rendah

IDN Times/Hana Adi Perdana
IDN Times/Hana Adi Perdana

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pertumbuhan ekonomi pada industri pengolahan (manufaktur) pada triwulan II 2019 hanya sebesar 3,54 persen. Pertumbuhan tersebut melambat dibandingkan triwulan II 2018 sebesar 3,88 persen. Secara triwulan, pertumbuhan manufaktur juga lebih rendah dibandingkan triwulan I 2019 sebesar 3,86 persen.

4. Padahal investasi cukup tinggi

pexels/pixabay
pexels/pixabay

Merujuk data Badan Koordinasi Penanaman Modal (BPKM), angka investasi triwulan II tahun ini tumbuh 13,7 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Realisasi investasi itu didominasi sektor transportasi, gudang dan telekomunikasi sebesar 18 persen. Kemudian listrik, gas dan air sebesar 14,4 persen, lalu konstruksi 8,2 persen, industri makanan 8,1 persen.

Selama periode Januari-Juni 2019, realisasi penanaman modal dalam negeri (PMDN) di sektor makanan menduduki peringat keempat dari keseluruhan sektor dengan nilai Rp21,26 triliun. Sedangkan, PMA menduduki peringkat keenam dengan nilai realisasi US$706,7 juta.

Jika dibandingkan dengan sektor manufaktur lainnya, realisasi investasi industri makanan untuk PMDN merupakan yang tertinggi. Adapun untuk PMA, sektor ini hanya kalah dari industri logam dasar, barang logam bukan mesin, dan peralatannya. Sementara, realisasi investasi perumahan, kawasan industri serta perkantoran tercatat sebesar 7,8 persen.

Share
Topics
Editorial Team
Helmi Shemi
EditorHelmi Shemi
Follow Us

Latest in Business

See More

10 Legenda Rongawi Jomokerto

10 Mar 2026, 10:30 WIBBusiness
artikel baru ramadan 2026

artikel baru ramadan 2026

19 Feb 2026, 09:42 WIBBusiness
Artikel lalal

Artikel lalal

12 Feb 2026, 15:46 WIBBusiness