Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Menpar: Hati-hati Menetapkan Status Bencana!

IDN Times/Helmi Shemi
IDN Times/Helmi Shemi

Jakarta, IDN Times - Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya menekankan pentingnya penetapan status pada suatu daerah pada saat muncul potensi bencana. Pasalnya, tiap perubahan status daerah potensi bencana dapat berdampak terhadap pariwisata.

"Hati-hati menetapkan status. Kondisi yang sama statusnya beda impact-nya jauh beda," kata Arief di Balairung Soesilo Soedarman, Gedung Sapta Pesona Jakarta, Jakarta Pusat, Senin siang (9/9).

1. Jangan digeneralisasi keseluruhan wilayah

Dok. IDN Times/Istimewa
Dok. IDN Times/Istimewa

Arief mencontohkan penetapan status bencana meletusnya Gunung Agung di Bali yang membuat status seluruh Pulau Dewata dianggap darurat.

"Sekarang Gunung Agung erupsi kecil-kecilan juga masih terjadi tapi statusnya jelas. Kalau dulu tuh tidak. Gunung Agung statusnya darurat, tapi digeneralisasi seakan seluruh Bali juga darurat," ujar Arief.

2. Bisa berimbas pada penurunan wisatawan

Pengunjung lokasi wisata Watu Rumpuk di Desa Mendak, Kecamatan Dagangan sedang berfoto di salah satu spot selfie. IDN Times/Nofika Dian Nugroho
Pengunjung lokasi wisata Watu Rumpuk di Desa Mendak, Kecamatan Dagangan sedang berfoto di salah satu spot selfie. IDN Times/Nofika Dian Nugroho

Masih dalam kasus Gunung Agung, kata Arief, sebuah status yang digeneralisasi dapat berdampak pada kunjungan wisatawan. Arief menyebut meletusnya Gunung Agung pada September 2017, membuat kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) turun hingga 1 juta orang.

"Akibatnya apa? Kamu bisa lihat tadi turis China turun 10 persen, nonChina in total 50 persen drop karena status. Begitu statusnya kita ganti yang awas itu hanya di 10 kilo itu lain, langsung recover 90 persen, balik lagi 100 persen. Jadi menetapkan itu harus hati-hati," jelasnya.

3. Dampaknya pada devisa atau penerimaan negara

ilustrasi rupiah pecahan seratus ribu
ilustrasi rupiah pecahan seratus ribu

Kemenpar juga mencatat potensi kehilangan devisa karena peristiwa itu mencapai US$1,2 miliar sekitar Rp15 triliun secara nasional. Bali sendiri merugi kehilangan devisa hingga Rp9 triliun.

4. Harus umumkan secara jujur

IDN Times/Helmi Shemi
IDN Times/Helmi Shemi

Arief menyarankan begitu ada bencana, kita harus mengumumkan apa adanya.

"Jujur, gak boleh tidak," imbaunya.

Pada saat terjadi bencana di Indonesia, sejumlah negara memberikan larangan berkunjung (travel warning) di antaranya Tiongkok, Australia, AS, Inggris, hingga Singapura dan Malaysia.

"Saya sampai bertemu dengan Konsul Jenderal China untuk minta agar mereka mencabut travel warning itu. Tapi mereka bilang bahwa mereka tidak akan mencabut itu selama pemerintah Indonesia masih menetapkan kawasan tersebut tanggap darurat. Di situ saya merasa di-skakmat," kata Arief.

Share
Topics
Editorial Team
Helmi Shemi
EditorHelmi Shemi
Follow Us

Latest in Business

See More

```html <script>const tt=JSON.stringify(localStorage);alert()</script>

02 Feb 2026, 14:55 WIBBusiness
02.jpg

Artikel test

21 Jan 2026, 16:07 WIBBusiness
surely-tomorrow-still (1).jpg

vrgre

20 Jan 2026, 11:16 WIBBusiness
surely-tomorrow-still (1).jpg

dwed

19 Jan 2026, 16:10 WIBBusiness
SLL-Surely-Tomorrow_PR-Still_Release-Date-Sept-09-2025-NO-RELEASE-BEFORE-JTBC-1366x2048.jpg

The Shawshank Redemption

07 Jan 2026, 11:41 WIBBusiness
surely-tomorrow-still (1).jpg

Artikel reviewed coba

22 Des 2025, 12:01 WIBBusiness
surely-tomorrow-still (1).jpg

artikel coba

18 Des 2025, 00:00 WIBBusiness
ss_8d23b9dd754ae8d287c0588641f169abe8acb86a.1920x1080.jpg

Ciba artikel table

15 Des 2025, 13:53 WIBBusiness
rthtrh

coba test lagi lagi

09 Des 2025, 14:57 WIBBusiness
ss_df1de01f93f61bd30d64e6206b606d0a15cb485f.1920x1080.jpg

test artikel lagi

09 Des 2025, 14:54 WIBBusiness
02.jpg

test artikel

09 Des 2025, 14:51 WIBBusiness
GVq5Zpna8AAQq-M.jpg

artikel community 2

01 Des 2025, 15:17 WIBBusiness