Jakarta, IDN Times - Meski duduk di jajaran direksi maskapai pelat merah Indonesia, nama Fuad Rizal selama ini kalah pamor dari direksi-direksi BUMN lainnya. Namanya mencuat menyusul kasus penyelundupan Harley Davidson dan sepeda Brompton lewat Garuda Indonesia. Ia ditunjuk sebagai pelaksana tugas (plt) direktur utama Garuda Indonesia menggantikan I Gusti Ngurah Askhara atau Ari Askhara yang dicopot Menteri BUMN Erick Thohir.
Fuad yang lahir di Jakarta, 41 tahun lalu, tepatnya 2 Januari 1978 ini merupakan lulusan Teknik Industri Institut Teknologi Bandung. Dikutip dari laman resmi Garuda Indonesia, Fuad sebelum ditunjuk sebagai pelaksana tugas menjabat sebagai Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko.
Ia juga pernah menjabat sebagai Direktur Keuangan dan Perbendaharaan Garuda selama 3 tahun 8 bulan, sejak Februari 2015 hingga September 2018.
Sebelum menjadi petinggi maskapai pelat merah, Fuad malang melintang di dunia perbankan. Ia mengawali karir sebagai AVP di Bank Niaga selama tiga tahun (2007-2010).
Fuad juga sempat menjadi Direktur Asosiasi ANZ selama setahun (2010-2011), dan Direktur Asosiasi di Bank Standard Chartered selama 3 tahun 4 bulan sejak November 2011 hingga Februari 2015. Ia bertugas mengelola hubungan dengan klien-klien bank di bidang komoditas dan agribisnis.
