Jakarta, IDN Times - Mantan Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, mengklaim data lahan sawah yang diolah Badan Pusat Statistik (BPS) bersama Kementerian ATR/BPN melalui skema Kerangka Sampel Area (KSA) sangat tidak akurat. Ia mengatakan setelah dilakukan pengecekan ulang, data lahan sawah yang dikeluarkan BPS setelah dikaji tidak akurat 92 persen.
"Data pangan yang ada dengan teknkologi tinggi dan satelit itu salah. Kami crosscheck dengan tim. Tenryata setelah dicek 92 persen sampel yang diambil salah," katanya di Gedung Kementerian Pertanian, Jakarta, Jumat (25/10).
