Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Mantan Mentan Sebut Data Lahan Sawah BPS 92 Persen Tak Akurat

Mantan Mentan Sebut Data Lahan Sawah BPS 92 Persen Tak Akurat
Amran

Jakarta, IDN Times - Mantan Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, mengklaim data lahan sawah yang diolah Badan Pusat Statistik (BPS) bersama Kementerian ATR/BPN melalui skema Kerangka Sampel Area (KSA) sangat tidak akurat. Ia mengatakan setelah dilakukan pengecekan ulang, data lahan sawah yang dikeluarkan BPS setelah dikaji tidak akurat 92 persen.

"Data pangan yang ada dengan teknkologi tinggi dan satelit itu salah. Kami crosscheck dengan tim. Tenryata setelah dicek 92 persen sampel yang diambil salah," katanya di Gedung Kementerian Pertanian, Jakarta, Jumat (25/10).

1. Data itu akan berdampak pada kuota subsidi

Amran
Amran

Dia mengatakan kesalahan data itu akan berdampak terhadap mengurangnya kuota subsidi pupuk hingga 600 ribu ton pada 2021. Selanjutnya, ia mengatakan data yang valid di sektor pertanian itu hanya ada dua.

"Jadi data itu ada dua. Kalau tidak data pertanian, itu data mafia," ucapnya.

2. Data satelit lahan di Banyuasin tidak sesuai

Amran
Amran

Dia juga menyoroti hasil pantauan satelit lahan sawah di dalam data BPS tersebut. Dia menyebut data lahan sawah di beberapa wilayah seperti Banyuasin, Sumatera Selatan yang sangat tidak tepat.

"Yang menyedihkan adalah Banyausin, ada 9.700 ha tapi dalam satelit nol, itu salah satunya. Yang menyedihkan juga di Jawa Timur, ada 200 ribu tambahan," ungkap dia.

3. Amran telah menyurati Sri Mulyani

Amran
Amran

Ia juga mengaku telah menerima 130 surat protes dari berbagai bupati akibat kesalahan data tersebut. Oleh karena hal itu, Amran pun kemudian menyurati Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati.

"Apa ada mafia? Tunjukkan yang terakhir. Bagaimana orang bekerja data ini dipersempit tak hanya pupuk, juga impor yang masuk, paparan data mafia pangan. 74 ada yang kami blacklist," jelasnya.

Share
Topics
Editorial Team
Auriga Agustina
Anata Siregar
Auriga Agustina
EditorAuriga Agustina
Follow Us

Latest in Business

See More

10 Legenda Rongawi Jomokerto

10 Mar 2026, 10:30 WIBBusiness
artikel baru ramadan 2026

artikel baru ramadan 2026

19 Feb 2026, 09:42 WIBBusiness
Artikel lalal

Artikel lalal

12 Feb 2026, 15:46 WIBBusiness