Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Petinggi PT Asabri (Persero)
Petinggi PT Asabri (Persero)

Jakarta, IDN Times - Manajemen PT Asabri buka suara terkait informasi dugaan adanya praktik korupsi senilai Rp10 triliun.yang diungkapkan Menteri Polhukam Mahfud MD.

Manajemen Asabri menyatakan, pemberitaan di media massa belakangan ini tidak sesuai dengan keadaan perseroan.

Direktur Utama Asabri Sonny Widjaja mengklaim selama ini kegiatan operasional perseroan berjalan dengan baik.

"Kegiatan operasional Asabri terutama proses penerimaan premi, proses pelayanan, dan proses pembayaran klaim berjalan dengan normal dan baik. Asabri dapat memenuhi semua pengajuan klaim tepat pada waktunya," katanya dalan keterangan yang diterima IDN Times, Senin (13/1).

1. Asabri berupaya memperbaiki penurunan nilai investasi

Logo Asabri. (Istimewa)

Selanjutnya ia menuturkan, penurunan nilai investasi yang terjadi di Asabri hanya bersifat sementara karena kondisi pasar modal. Pihaknya telah berupaya memperbaiki penurunan nilai investasi tersebut.

"Dalam melakukan penempatan investasi, Asabri senantiasa mengedepankan kepentingan perusahaan sesuai dengan kondisi yang dihadapi," ujarnya.

2. Asabri klaim akan terus mengedepankan tata kelola perusahaan yang baik

IDN Times / Auriga Agustina

Selanjutnya ia mengklaim, pihaknya akan terus mengedepankan tata kelola perusahaan yang baik (Good L Corporate Governance) dan patuh terhadap Peraturan dan Perundang-undangan yang berlaku.

"Manajemen Asabri terus berupaya dan bekerja keras semaksimal mungkin dalam  rangka memberikan kinerja terbaik kepada seluruh peserta Asabri dan stakeholders," tuturnya.

3. Mahfud MD menyebut ada dugaan korupsi Rp10 triliun di Asabri

Menko Polhukam Mahfud MD di Kompleks Istana Negara, Jakarta Pusat, Kamis 9 Januari 2020 (IDN Times/Teatrika Handiko Putri)

Sebelumnya, Menteri Koordinator Politik, Hukum dan HAM Mahfud MD mendapat laporan adanya dugaan korupsi di tubuh Asabri sebesar Rp10 triliun.

"Ya saya mendengar ada isu korupsi di Asabri yang mungkin itu tidak kalah fantastisnya dengan kasus Jiwasraya, di atas Rp 10 triliun," ujar Mahfud di Kantor Kemenko Polhukam beberapa waktu lalu. Sejumlah portofolio saham milik Asabri juga mengalami penurunan.

Editorial Team