Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Listrik Batal Naik, Kemenkeu Tetap Siapkan Anggaran Subsidi?

Ilustrasi listrik (IDN Times/Arief Rahmat)
Ilustrasi listrik (IDN Times/Arief Rahmat)

Jakarta, IDN Times - Direktur Jenderal Anggaran Kementerian Keuangan Askolani mengaku belum mengetahui apakah akan ada rencana perubahan anggaran subsidi pasca pembatalan kenaikan tarif golongan 900 VA terhitung sejak 1 Januari 2020.

"Belum tahu, nanti pemerintah akan bicara dengan ESDM dan bisa saja parameter 2020 lebih hemat biaya sehingga gak perlu ada penyesuaian tarif itu kita lihat akan lebih lengkap," kata Askolani di Kementerian Keuangan, Jakarta, Selasa (31/12).

1. Belum akan ada perubahan?

Dirjen Anggaran Askolani. IDN Times/Hana Adi Perdana.
Dirjen Anggaran Askolani. IDN Times/Hana Adi Perdana.

Askolani juga mengatakan, Kementerian Keuangan masih akan menunggu parameter 2020 terkait anggaran subsidi listrik ini. Sehingga pemerintah belum bisa mengubah langsung pasca pembatalan kenaikan tarif listrik ini pada anggaran 2020.

"Pertama menunggu parameter 2020 bagaimana kemudian kita bicarakan detail dengan pemerintah implementasi APBN jadi akan berjalan," katanya.

2. Pembatalan kenaikan tarif untuk listrik golongan 900 Volt Ampere (VA)

Arifin Tasrif (ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra)
Arifin Tasrif (ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra)

Keputusan pembatalan kenaikan tarif ini dipastikan Menteri ESDM Arifin Tasrif setelah mempertimbangkan stabilitas ekonomi dan menjaga daya beli masyarakat.

"Belum (ada kenaikan). Kita jaga kestabilan dulu," kata Arifin dalam informasi tertulis yang diterima ANTARA di Jakarta, Sabtu (28/12).

3. Kenaikan tarif belum diperlukan

Ilustrasi (IDN Times/Mela Hapsari)
Ilustrasi (IDN Times/Mela Hapsari)

Rencana kebijakan penyesuaian tarif dinilai Arifin belum diperlukan meski PT PLN (Persero) tengah mengajukan permohonan penyesuaian kepada Kementerian ESDM.

Pemerintah meminta kepada pihak PLN untuk melakukan verifikasi data pelanggan 900 VA terlebih dahulu secara akurat sehingga kebijakan akan kenaikan tarif tepat sasaran.

"Kita masih melakukan pendataan yang lebih detail supaya tidak salah sasaran. Sampai PLN siapkan dengan data-datanya. Kan harus lewat banyak (lembaga) ini," ujar Arifin.

Nantinya, pendataan pelanggan PLN akan disesuaikan dengan data yang dimiliki oleh Badan Pusat Statistik (BPS) mengenai jumlah pelanggan golongan Rumah Tangga Mampu.

Sesuai data PLN per 31 Oktober 2019, jumlah pelanggan 900 VA - RTM tercatat sebanyak 22,1 juta. Adapaun pada 2020 mendatang jumlah pelanggan diproyeksikan sebanyak 24,4 juta. Tarif listrik golongan 900 VA RTM yang bersubsidi sendiri sebesar Rp1.352 per kilo Watt hour (kWh). Sementara itu, tarif golongan non subsidi (tariff adjustment), 1.300 VA hingga 6.600 VA ke atas, dipatok Rp1.467,28 per kWh.

Share
Topics
Editorial Team
Helmi Shemi
EditorHelmi Shemi
Follow Us

Latest in Business

See More

The Shawshank Redemption

07 Jan 2026, 11:41 WIBBusiness
surely-tomorrow-still (1).jpg

Artikel reviewed coba

22 Des 2025, 12:01 WIBBusiness
ss_8d23b9dd754ae8d287c0588641f169abe8acb86a.1920x1080.jpg

Ciba artikel table

15 Des 2025, 13:53 WIBBusiness
rthtrh

coba test lagi lagi

09 Des 2025, 14:57 WIBBusiness
ss_df1de01f93f61bd30d64e6206b606d0a15cb485f.1920x1080.jpg

test artikel lagi

09 Des 2025, 14:54 WIBBusiness
02.jpg

test artikel

09 Des 2025, 14:51 WIBBusiness
GVq5Zpna8AAQq-M.jpg

artikel community 2

01 Des 2025, 15:17 WIBBusiness
E_8IbBkVIAk8LeP.jpg

artikel community 3

28 Nov 2025, 15:16 WIBBusiness
ss_edfd360b92d6f9b983b759fd837e664b86cd9563.1920x1080.jpg

Cek carousel

24 Nov 2025, 10:02 WIBBusiness
ss_0b9594934db8a1457c915e200f9d0d9b447a3df4.1920x1080.jpg

Artikel test data

21 Nov 2025, 13:41 WIBBusiness