Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Komunitas Konsumen Minta PLN Tak Lagi Keluarkan Pernyataan Konyol

PLN Palembang UP 3
PLN Palembang UP 3

Jakarta, IDN Times - Komunitas Konsumen Indonesia (KKI) mengkritisi pernyataan yang dikeluarkan PT PLN (Persero) saat terjadinya pemadaman massal di wilayah Banten dan Jabodetabek. Menurut mereka, pernyataan tersebut tidak mencerminkan kualitas PLN sebagai perusahaan BUMN kelas atas.

Ketua KKI Indonesia, David Tobing, mengatakan salah satu kalimat konyol yang diucapkan oleh perseroan adalah saat PLN meminta masyarakat ikhlas atas kejadian pemadaman listrik.

"Kami sudah sampaikan jangan lagi ada statement yang konyol seperti ini supaya masyarakat tentram menindaklanjuti kerjaan tanpa harus diombang ambingkan, kata-kata ikhlas itu seakan tidak ada ganti rugi," ujarnya di Kantor Ombudsman, Jakarta, Kamis (8/8).

1. Sudah terima banyak laporan

ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso
ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso

David mengungkapkan, pihaknya juga mengatakan telah menerima banyak laporan dari masyarakat akibat kejadian pemadaman listrik. Dari laporan itu, konsumen mengeluhkan kerugian yang mereka derita.

"Misalnya tentang Koi-nya mati. Ada dua gugatan tentang ikan koi yang kami daftarkan. Satu ada yang ganti ruginya Rp1,9 juta satu lagi Rp9 juta. Akibat (pemadaman) itu tidak hanya orang tidak bisa beraktivitas tapi juga mengakibatkan matinya binatang peliharaan dan sebagainya," tuturnya.

2. Ajukan pembentukan komisi pembayaran ganti rugi ke presiden

IDN Times/Teatrika Handiko Putri
IDN Times/Teatrika Handiko Putri

Selain itu, KKI telah mengajukan permohonan ke Presiden Joko Widodo untuk pembentukan komisi pembayaran ganti rugi. Tim tersebut nantinya akan fokus menangani ganti rugi atas kerugian yang diderita pelanggan.

"Baik secara massal maupun ganti rugi yang akan diajukan oleh pihak-pihak yang memang merasa dirugikan dan bisa membuktikan kerugiannya," ungkapnya.

3. Minta ada perombakan direksi

IDN Times/Helmi Shemi
IDN Times/Helmi Shemi

David juga telah menyurati Menteri BUMN Rini Soemarno dan Menteri ESDM Ignasius Jonan. Pihaknya meminta agar ada perubahan direksi di tubuh PLN.

Namun, hal itu rasanya sulit dilakukan lantaran Presiden Jokowi telah memberikan arahan agar para menterinya tidak melakukan perombakan maupun pengambilan kebijakan hingga Oktober mendatang.

"Penyebabnya bukan karena mati listrik dan tidak bisa menangani cepat tapi karena statementnya yang kurang profesional dan tidak patut diucapkan oleh perusahaan seperti PLN," pungkasnya.

Share
Topics
Editorial Team
Hana Adi Perdana
EditorHana Adi Perdana
Follow Us

Latest in Business

See More

Artikel reviewed coba

22 Des 2025, 12:01 WIBBusiness
ss_8d23b9dd754ae8d287c0588641f169abe8acb86a.1920x1080.jpg

Ciba artikel table

15 Des 2025, 13:53 WIBBusiness
rthtrh

coba test lagi lagi

09 Des 2025, 14:57 WIBBusiness
ss_df1de01f93f61bd30d64e6206b606d0a15cb485f.1920x1080.jpg

test artikel lagi

09 Des 2025, 14:54 WIBBusiness
02.jpg

test artikel

09 Des 2025, 14:51 WIBBusiness
GVq5Zpna8AAQq-M.jpg

artikel community 2

01 Des 2025, 15:17 WIBBusiness
E_8IbBkVIAk8LeP.jpg

artikel community 3

28 Nov 2025, 15:16 WIBBusiness
ss_edfd360b92d6f9b983b759fd837e664b86cd9563.1920x1080.jpg

Cek carousel

24 Nov 2025, 10:02 WIBBusiness
ss_0b9594934db8a1457c915e200f9d0d9b447a3df4.1920x1080.jpg

Artikel test data

21 Nov 2025, 13:41 WIBBusiness
Nulla facilisi

dwedwe

19 Nov 2025, 14:39 WIBBusiness