KKP Bakal Bangun Sentra Kelautan dan Perikanan di Natuna

Jakarta, IDN Times - Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi bersama dengan Kementerian Kelautan dan Perikanan akan membangun Sentra Kelautan dan Perikanan Terpadu (SKPT) di perairan utara Natuna, Kepulauan Riau.
"Kita mau rencanakan fasilitas bagi nelayan-nelayan kita seperti pelabuhan di sana," kata Direktur Jenderal Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan Kementerian Kelautan dan Perikanan, Agus Suherman usai rapat dengan Menko Marves Luhut Binsar Pandjaitan di kantornya, Jakarta, Rabu (8/1).
1. Pembangunan dilakukan pada 2021
Saat ini untuk SKPT di utara laut Natuna masih dalam tahap perencanaan dengan tenggat waktu 3-6 bulan. Sebelum nanti dibangun pada 2021 dan diharapkan selesai dalam jangka waktu 1-2 tahun. "Kalau kita lihat dari konstruksi segala macam paling 1-2 tahun selesai," kata Agus.
Agus menambahkan saat ini pemerintah masih mengumpulkan dokumen terkait. Ia juga menolak berkomentar terkait nilai pembangunan karena masih dalam tahap perencanaan.
2. Akankah ada fasilitas untuk melindungi nelayan dari kapal asing?

Agus menolak berkomentar terkait apakah ada fasilitas di SKPT utara Natuna untuk melindungi nelayan Indonesia dari kapal asing seperti China yang berani masuk ke wilayah Zona Ekonomi Eksklusif Indonesia (ZEEI). "Gak, itu gak dibahas," katanya.
Ia hanya mengatakan bahwa nelayan Indonesia akan tetap aman meski kapal asing mulai masuk ke perairan Indonesia. "Gak, amanlah kalau kita masuk di utara," ucapnya.
3. Baru satu SKPT dan besarnya potensi perikanan Indonesia di Natuna

Pembangunan SKPT di utara Natuna ini karena besarnya potensi ikan yang ada di sana. Dikutip dari website Kementerian Kelautan dan Perikanan kkp.go.id pada tahun 2018, volume produksi perikanan tangkap di Sentra Kelautan dan Perikanan Terpadu (SKPT) Natuna mencapai 1.000 ton dengan penjualan Rp27 miliar.
Sementara di 2019 (hingga September), volume produksi perikanan tangkap di SKPT Natuna mencapai 1.500 ton dengan penjualan mencapai Rp40 Miliar.
"Kita optimalkan sumber daya ikannya, bisa kita manfaatkan, di situ fasilitas pelabuhan ada, fasilitas bagi nelayan dan industri perikanan juga ada," kata Agus.
Saat ini Indonesia hanya memiliki satu SKPT Selat Lampa di selatan Natuna yang dibangun pada 2016 dan selesai pada 2019.












