Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
IDN Times / Auriga Agustina
IDN Times / Auriga Agustina

Jakarta, IDN Times - Staf Khusus Kementerian Badan Usaha Milik Negara, Arya Sinulingga menyampaikan, holding BUMN Karya atau infrastruktur, kecil kemungkinannya terbentuk. Padahal, persetujuan konsep tinggal menunggu izin Presiden Joko "Jokowi" Widodo.

"Holding untuk BUMN Karya, kendati lagi dikaji, kecil kemungkinannya untuk terbentuk," kata Staf Khusus Kementerian BUMN Arya Sinulingga di Jakarta, Rabu (20/11).

1. Soal Holding Karya, masih ada beberapa hal yang akan dikaji

Arya Sinulingga

Arya mengatakan, terdapat banyak pertimbangan yang membuat holding karya tersebut sulit untuk dilanjutkan.

"Nanti akan dicarikan model bisnis yang terbaik untuk bagaimana mensinergikan perusahaan-perusahaan karya," tuturnya.

2. Hutama Karya dalam rencana sebelumnya akan menjadi induk holding

IDN Times/Helmi Shemi

Berdasarkan rencana sebelumnya, perusahaan induk BUMN bidang infrastruktur atau karya akan terdiri atas enam perusahaan, yaitu PT Hutama Karya sebagai induk holding, dan didukung anggota holding yaitu PT Jasa Marga Tbk, PT Adhi Karya Tbk, PT Waskita Karya Tbk, PT Yodya Karya dan PT Indra Karya.

3. Pemerintah berhasil membentuk holding pertambangan hingga farmasi

IDN Times/Auriga Agustina

Sekadar mengingatkan, di era Rini Soemarno, Kementerian BUMN telah berhasil membentuk holding di bidang pertambangan dengan PT Inalum sebagai induk, bidang migas dengan induk PT Pertamina, dan bidang farmasi dengan induk PT Bio Farma.

Editorial Team