Kementerian BUMN Benarkan Asabri Salah Tempatkan Portofolio Investasi

Jakarta, IDN Times - Wakil Menteri BUMN Kartika Wirjoatmodjo membenarkan bahwa PT Asabri saat ini tengah mengalami kerugian akibat kesalahan dalam menempatkan portfolio investasi.
"Memang seperti yang disampaikan itu memang ada kerugian portofolio dari investasi sahamnya," katanya di Jakarta, Senin (13/1).
1. Penurunan nilai saham sudah lama terjadi

Mantan Direktur Utama PT Bank Mandiri tersebut mengatakan, sejatinya penurunan nilai saham tersebut sudah terjadi sejak beberapa waktu lalu.
"Kita lagi menginvestigasi dengan BPK, jadi belum terlihat dari kapannya (kerugian nilai saham terjadi). Tapi ini sudah cukup lama," jelas Kartika.
2. Pemerintah masih akan menghitung penurunan jumlah aset dalam portfolio di Asabri

Kendati begitu pihaknya masih akan menghitung penurunan jumlah aset dalam portofolio reksadana investasi di Asabri
"Sedang kita kaji sedang kita lihat, bergerak terus. Memang ada penurunan nilai di investasi sahamnya di reksadana," ujarnya.
3. Kasus Asabri dan Jiwasraya dinilai berbeda

Ia mengklaim, kasus Asabri berbeda dengan kasus yang terjadi di PT Asuransi Jiwasraya yang menderita triliunan rupiah akibat gagal bayar klaim.
Karena menurutnya Asabri merupakan perusahaan asuransi sosial, sementara Jiwasraya lebih bersifat asuransi privat.
"Kalau Asabri kan asuransi sosial pasti penyelesaiannya beda dengan Jiwasraya. Jadi tidak bisa (disamakan), dalam konteks B to B agak sulit karena mereka asuransi sosial," tuturnya.












