Jokowi Minta Investasi Berorientasi Impor Dibuka Lebar

Jakarta, IDN Times - Presiden Joko "Jokowi" Widodo meminta peluang investasi industri substitusi impor dibuka lebar. Hal itu diutarakan Jokowi saat memimpin rapat terbatas mengenai Akselerasi Implementasi Program Perindustrian dan Perdagangan.
"Besi baja, petrokimia, harus betul-betul dibuka karena ini merupakan substitusi impor. Tolong ini jadi catatan Kepala BKPM dan Kementerian Maritim dan Investasi," kata Jokowi di Kantor Presiden, Jakarta Pusat, Rabu (11/12).
1. Besi baja dan industri petrokimia masih besar angka impornya

Merujuk pada data Badan Pusat Statistik (BPS), Jokowi mengatakan bahan baku penolong memberikan kontribusi besar yaitu 74,06 persen dari total impor di Januari 2019. Sedangkan impor barang modal angkanya mencapai 15,56 persen, dan impor barang konsumsi mencapai 9,29 persen.
"Kalau kita lihat lebih dalam lagi jenis barang bahan baku yang masih besar angka impornya antara lain besi baja US$8,6 miliar, industri kimia organik/petrokomia US$4,9 miliar dan industri kimia dasar," ujar Jokowi.
2. Jokowi sebut percepatan B30 dalam rangka menurunkan impor BBM

Jokowi melanjutkan, perlu ada langkah cepat dan konkret untuk mendoromg industri pengolahan seperti industri besi baja dan petrokimia. Selain itu, Jokowi juga menyebut bahwa percepatan B30 dalam rangka menurunkan impor BBM.
"Bulan ini sudah bisa dimulai untuk B30. Dan tumbuhnya industri pengolahan bukan hanya untuk penghasil barang-barang substitusi impor, tapi juga akan memberikan nilai tambah karena membuka lapangan kerja yang cukup besar," ucap Jokowi.
3. Jokowi mengatakan ke depannya harus fokus menjaga pertumbuhan ekonomi agar tetap positif

Jokowi menyampaikan, ke depannya pemerintah harus fokus dalam menjaga pertumbuhan ekonomi agar tetap positif. Salah satunya juga harus menekan defisit transaksi berjalan.
"Dan di saat yang sama, memperbesar surplus neraca perdagangan kita. Karena itu kita harus konsentrasi pada langkah terobosan untuk pengurangan impor kita," kata Jokowi.
Baca artikel menarik lainnya di IDN Times App, unduh di sini http://onelink.to/s2mwkb












