IMS 2020: Arifin Tasrif, Ingin Jadi Pilot Malah Jadi Menteri Jokowi

Jakarta, IDN Times - Pucuk kepemimpinan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) kini dipegang oleh Arifin Tasrif. Dia menjadi Menteri ESDM usai dilantik Presiden Jokowi pada Oktober 2019 lalu.
Tugas Arifin tidak mudah. Banyak hal yang harus dilanjutkan dan diperbaiki oleh Arifin dari kepemimpinan Menteri ESDM sebelumnya. Apalagi, Presiden Jokowi dalam beberapa kesempatan punya hasrat besar untuk menekan impor minyak dan menggantikan dengan energi yang lebih ramah lingkungan.
Arifin bukan orang sembarangan. Jejak rekamnya di sektor energi tidak bisa diragukan. Wajar jika Presiden Jokowi mendapuknya sebagai Menteri ESDM menggantikan Ignasius Jonan.
Dengan berbagai pengalaman dan kepemimpinannya, Arifin bakal berbagi di Indonesia Millennial Summit 2020 by IDN Media pada 17-18 Januari 2019. Tapi sebelum mendengar pengalaman hebatnya, simak profil Arifin Tasrif yang berhasil dirangkum IDN Times di bawah ini.
1. Lahir di Jakarta, sekolah di Medan, Arifin raih gelar sarjana dari Institut Teknologi Bandung

Arifin Tasrif lahir di Jakarta, 19 Juni 1953. Ia mengenyam pendidikan di SMA Yayasan Pendidikan Harapan, Medan pada 1968-1971. Lulus SMA, Arifin melanjutkan kuliah di Teknik Kimia Institut Teknologi Bandung (ITB) pada 1971-1977.
Pada 2011, Arifin mendapat penghargaan Honorary Fellowship Award dari AFEO (ASEAN Federation of Engineering Organization) atas kontribusinya dalam dunia keprofesian sebagai insinyur di Indonesia maupun regional Asia Tenggara.
2. Kaya pengalaman di perusahaan BUMN

Dalam perjalanan kariernya, Arifin Tasrif pernah menjabat sebagai Direktur Bisnis PT Rekayasa Industri selama enam tahun dari 1995-2001.
Arifin juga pernah menjabat sebagai Direktur Utama PT Pupuk Sriwijaya dan Petrokimia Gresik. Oleh Kementerian BUMN, Arifin dipercaya mengoordinasikan produksi dan distribusi lima perusahaan untuk menjadi holding company BUMN, yang tujuan akhirnya adalah menjadi holding BUMN Pupuk Indonesia.
Kemudian, dia menjadi dirut pertama dari perusahaan holding pupuk BUMN (2010-2015), setelah berhasil menggabungkan lima perusahaan yang telah didorong pemerintah untuk disatukan.
Setelah itu, Arifin Tasrif ditunjuk sebagai Duta Besar Indonesia untuk Jepang dan Federasi Mikronesia.
3. Bercita-cita jadi pilot saat kecil

Ternyata sejak kecil Arifin tidak bercita-cita menjadi menteri. Dia justru ingin menjadi pilot, karena sering diajak naik pesawat oleh orang tuanya saat kecil.
Namun, seiring berjalannya waktu, Arifin yang saat ini dipercaya oleh Presiden Jokowi menjadi Menteri ESDM, justru menyukai dunia pertanian, hingga ia akhirnya menjadi pekerja profesional di bidang tersebut.
4. Jejak emas Arifin di sepakbola Indonesia

Menjabat sebagai Direktur Utama di PT Petrokimia Gresik pada 2001-2010, Arifin terlibat dalam jejak emas di sepakbola Gresik bersama Petrokimia Putra.
Kala itu, di Liga Indonesia 2002, Yao Eloi dan kolega sukses menapak babak final dan menjadi juara usai mengalahkan Persita lewat perpanjangan waktu dengan skor ketat 2-1.
Dikutip dari Bola Nusantara, Arifin-lah sosok yang turut berjasa di musim penuh prestasi bagi Kota Gresik tersebut. Apalagi, konon, pelatih Petrokimia Putra di musim itu, Sergey Dubrovin, adalah pelatih yang diboyong Arifin dari tempatnya bekerja dulu, Pupuk Kaltim (PKT Bontang).
5. IDN Times menggelar Indonesia Millennial Summit 2020

IDN Times menggelar Indonesia Millennial Summit 2020. Acara dengan tema "Shaping Indonesia's Future" ini berlangsung pada 17-18 Januari 2020 di The Tribrata, Dharmawangsa, Jakarta.
IMS 2020 menghadirkan lebih dari 60 pembicara kompeten di berbagai bidang, dari politik, ekonomi, bisnis, olahraga, budaya, lintas agama, sosial, lingkungan sampai kepemimpinan millennial.
Ajang millennial terbesar di Tanah Air ini dihadiri oleh lebih dari 4.000 pengunjung. Dalam IMS 2020, IDN Times juga meluncurkan Indonesia Millennial Report 2020 yang melibatkan 5.500 responden di 11 kota di Indonesia. Survei yang dilakukan oleh IDN Research Institute bersama Nielsen bertujuan untuk memahami perilaku sekaligus menepis mitos stereotip di kalangan millennial.
Simak hasilnya di IMS 2020 dan ikuti perkembangannya di IDN Times.









