Jakarta, IDN Times - Pemerintah dinilai perlu meninjau ulang skema distribusi pupuk bersubsidi. Sebab, masih banyak ditemukan permasalahan seputar distribusi. Hal itu dikhawatirkan mengganggu produktivitas sektor pertanian.
Peneliti Center for Indonesian Policy Studies (CIPS) Galuh Octania mengatakan, beberapa masalah yang sering dialami pada pupuk bersubsidi antara lain kelangkaan, terlambatnya distribusi pupuk, dan subsidi tidak tepat sasaran. Menurut dia, hal itu menyebabkan hasil panen tidak maksimal dan menghambat produktivitas petani.
“Masalah pada distribusi pupuk bersubsidi ini tidak jarang membuat pupuk bersubsidi tidak tersedia saat dibutuhkan petani. Mereka kesulitan karena tidak memiliki pilihan lain. Mau tidak mau, akhirnya mereka menggunakan pupuk non subsidi yang harganya berbeda cukup jauh dengan pupuk subsidi,” jelas Galuh dalam keterangannya, Rabu (13/11).
